Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kementan Gandeng Kampus Perkuat Desa sebagai Fondasi Swasembada Pangan Berkelanjutan

Heri Sugiarto • Sabtu, 6 Juni 2026 | 21:10 WIB
Kementan dan Universitas Nasional berkolaborasi memperkuat desa sebagai fondasi swasembada pangan melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Bogor.(Foto: Humas)
Kementan dan Universitas Nasional berkolaborasi memperkuat desa sebagai fondasi swasembada pangan melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Bogor.(Foto: Humas)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kolaborasi dengan kampus Universitas Nasional (UNAS) untuk mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus fondasi swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Magister Administrasi Publik UNAS yang berlangsung pada 5–6 Juni 2026 di Desa Kopo, Desa Cipayung, dan Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa, memperkuat produktivitas sektor pertanian, serta mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga hingga nasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Hotman Fajar Simanjuntak, mengatakan pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sebagaimana arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

"Kampus bukan hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," kata Hotman, Sabtu (6/6/2026).

Sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan tersebut, Kementan menyerahkan bantuan kepada masyarakat Desa Kopo berupa benih hortikultura kemasan sachet, dan 1.000 eksemplar buku pedoman pertanian. 

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai budidaya pertanian.

Menurut Hotman, program tersebut sejalan dengan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang terus diperluas Kementan untuk memperkuat ketersediaan pangan keluarga, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dan mendukung ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.

“Pemberian bantuan benih sachet ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Pekarangan Pangan Bergizi. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan secara produktif sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga dan desa,” ujarnya.

Selain peningkatan produksi, Kementan juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian dan perluasan akses pasar agar produk petani memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Hotman mengatakan potensi pertanian desa perlu dihubungkan dengan pasar yang lebih luas, termasuk sektor pariwisata dan pelaku usaha yang berkembang di kawasan Cisarua.

"Kami berharap pemerintah desa dapat menggerakkan petani agar lebih produktif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Hasil pertanian perlu didata, disertifikasi, dan dipromosikan, termasuk kepada restoran maupun pelaku usaha di sekitar kawasan wisata Cisarua. Dengan demikian, nilai tambah produk meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terdongkrak," kata Hotman.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Universitas Nasional, Prof. Ernawati Sinaga, menyatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi model pembangunan yang mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurutnya, UNAS berkomitmen menjadikan Desa Kopo sebagai desa binaan sehingga program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik UNAS, Dr. Zulmasyhur, menjelaskan kegiatan PKM tahun ini dirancang berdasarkan kebutuhan masing-masing desa agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.

"Kami membagi mahasiswa ke tiga desa dengan treatment yang berbeda-beda. Harapannya dapat membangun desa sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan, menyambut positif kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Universitas Nasional yang dinilai dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian dan peternakan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan Universitas Nasional yang telah memilih Desa Kopo sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dukungan pengetahuan, pendampingan, dan bantuan yang diberikan sangat kami butuhkan untuk mendukung pembangunan desa, khususnya di sektor pertanian dan peternakan,” kata Wiwin.

Melalui kolaborasi tersebut, Kementan dan UNAS berharap kapasitas masyarakat desa semakin meningkat, produktivitas pertanian bertumbuh, serta ketahanan pangan berkelanjutan dapat terwujud mulai dari tingkat lokal hingga nasional.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Universitas Nasional #Desa Kopo #ketahanan pangan #swasembada pangan #kementerian pertanian