PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah melakukan penyederhanaan kebijakan pupuk bersubsidi untuk memudahkan akses petani terhadap pupuk.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh berdampak positif terhadap sektor pertanian.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan *Rembuk Tani Pupuk Indonesia" di Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 13 Juni 2026.
Kelancaran distribusi pupuk dinilai mendukung produktivitas pertanian di Aceh. Menurut Zulkifli Hasan, ketersediaan pupuk yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas pangan.
"Alhamdulillah petaninya senang, pupuk lancar, produksi kita naik," ujar Zulkifli Hasan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian Aceh saat ini tidak terlepas dari langkah pemerintah memulihkan dan merehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, termasuk Aceh. Setelah lahan kembali produktif, ketersediaan pupuk menjadi faktor penting untuk menjaga hasil pertanian.
Zulkifli Hasan menegaskan Presiden telah memberikan arahan khusus agar distribusi pupuk di lapangan tidak mengalami keterlambatan. Ia juga mengajak petani memanfaatkan kemudahan akses pupuk bersubsidi yang telah diterapkan pemerintah melalui penyederhanaan kebijakan.
"Pergunakan momentum ini sebaik-baiknya untuk membuat petani kita lebih sejahtera," katanya.
Pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen.
Menurut Zulkifli Hasan, kebijakan tersebut dimungkinkan melalui perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi mark to market yang didukung efisiensi kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero).
"Penurunan HET ini karena ada perubahan skema subsidi dari cost plus menjadi mark to market. Ini berkat dukungan dari Pupuk Indonesia," ujarnya.
Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia (Persero), Ninis K Adriani, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih efisien.
"Berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah kepada petani membuat penyerapan pupuk bersubsidi lebih optimal," katanya.
Hingga 11 Juni 2026, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan pupuk bersubsidi secara nasional sebanyak 4.374.633 ton atau 44,4 persen dari total alokasi tahun 2026.
Rinciannya: Urea: 1.984.755 ton, NPK: 2.213.848 ton, NPK Kakao: 35.637 ton, SP-36: 3.757 ton, ZA: 5.744 ton dan Organik: 130.892 ton.
Khusus di Kabupaten Aceh Besar, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 9.361 ton atau 42 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 22.472 ton.
Rinciannya: Urea: 4.518 ton, NPK: 4.772 ton dan Organik: 71 ton.
Untuk mendukung penyerapan yang lebih optimal, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 831.297 ton per 12 Juni 2026.
Rinciannya: Urea: 526.726 ton, NPK: 231.452 ton, NPK Kakao: 10.309 ton, SP-36: 17.762 ton, ZA: 3.096 ton dan Organik: 41.953 ton
Di Aceh Besar, data Pupuk Indonesia menunjukkan stok pupuk bersubsidi terdiri dari Urea: 157 ton, NPK: 609 ton dan Organik: 10 ton.(*)
Editor : Heri Sugiarto