PADEK.JAWAPOS.COM – Harapan baru bagi anak-anak di Pulau Tegal, Lampung Timur, terus tumbuh melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pesona. Didukung PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) sejak 2017, lembaga pendidikan itu membuka akses belajar bagi anak-anak di wilayah terluar, terjauh, dan terisolasi (3T) yang sebelumnya menghadapi keterbatasan memperoleh pendidikan.
Suasana penuh kebahagiaan terlihat saat pembagian rapor di PKBM Pesona, Rabu (1/7/2026). Bagi anak-anak Pulau Tegal, rapor bukan sekadar catatan hasil belajar, tetapi menjadi penanda bahwa mereka kini memiliki kesempatan mengenyam pendidikan yang layak.
Di balik perjalanan itu, terdapat sosok Uniroh, seorang kepala sekolah di Bandar Lampung yang selama sekitar sepuluh tahun rutin menyeberangi lautan setiap pekan untuk mengajar anak-anak di Pulau Tegal.
Perjalanannya bermula ketika ia menemukan kenyataan bahwa banyak anak mengaku bersekolah, tetapi tidak memiliki rapor, tidak pernah mengikuti ujian, bahkan tidak memahami jenjang pendidikan yang sedang mereka tempuh.
"Setelah saya dalami, sekolah bagi mereka hanya asumsi yang menyesuaikan usia. Mereka mengira sekolah selesai saat berusia 17 tahun atau ketika menikah. Dari situlah kegundahan hati saya bermula," kenang Uniroh.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, Uniroh bersama sejumlah guru relawan mendirikan PKBM Pesona.
Selain harus menghadapi akses laut yang tidak mudah, mereka juga berupaya membangun kepercayaan masyarakat yang pada awalnya masih memandang ragu program tersebut.
Kehadiran para relawan secara konsisten setiap pekan perlahan mengubah keraguan menjadi kepercayaan.
Dukungan PTBA untuk Pendidikan di Wilayah 3T
Perjalanan PKBM Pesona kemudian mendapat dukungan dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). Sejak 2017, perusahaan mendampingi pengembangan pendidikan di Pulau Tegal sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.
Program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, mengatakan dukungan perusahaan tidak berhenti pada kegiatan belajar mengajar.
"Pulau Tegal merupakan wilayah 3T dengan akses yang sangat terbatas. Karena itu, PTBA tidak hanya mendukung kegiatan belajarnya, tetapi juga menyediakan kapal sebagai sarana transportasi bagi para guru dan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan lebih baik," jelas Dedy.
Selain mendukung operasional pembelajaran, PTBA juga membuka kesempatan bagi anak-anak Pulau Tegal untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa.
Peserta yang lolos seleksi difasilitasi tinggal di Panti Asuhan Al Barokah, Tanjung Enim. Di sana mereka menjalani pendidikan formal sekaligus memperoleh pembinaan karakter dan keagamaan.
"Kami ingin memastikan anak-anak di Pulau Tegal memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Saat ini sudah ada tiga anak yang mengikuti program tersebut, dan setiap tahun kami membuka kesempatan bagi adik-adik lainnya," kata Dedy.
Harapan yang Terus Tumbuh
Bagi Uniroh, kehadiran PTBA menjadi titik penting dalam keberlangsungan PKBM Pesona.
"Awalnya saya berpikir kegiatan ini mungkin hanya bertahan tiga bulan karena kami tidak memiliki pendanaan. Ketika PTBA hadir dan langsung membantu kebutuhan anak-anak, harapan kami menjadi jauh lebih besar," ungkapnya.
Kolaborasi antara masyarakat, guru relawan, dan PTBA terus membuka peluang pendidikan bagi anak-anak Pulau Tegal. Dari ruang belajar sederhana di pulau itu, kesempatan untuk memperoleh pendidikan terus tumbuh bagi generasi yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses.(*)
Editor : Heri Sugiarto