PADEK.JAWAPOS.COM-Pelestarian warisan budaya kembali menjadi perhatian melalui Festival Silaturahim Silat Tradisi Bangsa Melayu yang digelar di GOR Tribuana Pekanbaru, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan ini mempertemukan berbagai perguruan silat tradisi dalam suasana kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen menjaga pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Festival tersebut dihadiri mewakili Wali Kota Pekanbaru oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekanbaru, Yuliarso, serta tokoh Silat Melayu, Raja Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad Abdari.
Dalam sambutannya, Yuliarso menegaskan bahwa Festival Silaturahim Silat Tradisi Bangsa Melayu bukan sekadar agenda budaya, melainkan bagian dari upaya nyata melestarikan warisan leluhur yang sarat nilai pendidikan karakter.
Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru melalui tagline Pekanbaru KolaborAksi.
"Silat tradisi mengajarkan disiplin, adab, persaudaraan, serta penghormatan kepada guru dan orang tua. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berakhlak mulia. Pemerintah Kota Pekanbaru akan terus mendukung pelestarian silat tradisi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan budaya," ujar Yuliarso.
Sementara itu, Raja Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad Abdari mengatakan silat tradisi merupakan warisan luhur adat istiadat dan sejarah bangsa yang memiliki nilai budaya sangat luas.
Silat tradisi mencakup tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual, festival, kerajinan tradisional, pengetahuan, praktik sosial, hingga kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Ia menambahkan, pelestarian silat tradisi sejalan dengan pandangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri.
"Karena itu, silat tradisi dan pencak silat menjadi instrumen penting dalam menanamkan kebanggaan terhadap identitas Indonesia di tengah perubahan zaman," katanya.
Datuk Ahmad juga mengingatkan bahwa sejarah berdirinya Kota Pekanbaru tidak dapat dipisahkan dari sosok Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang dikenal sebagai tokoh pendiri kota sekaligus seorang pesilat.
Nilai-nilai kepahlawanan, keberanian, dan budaya yang diwariskan tokoh tersebut, menurutnya, perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
Melalui festival ini, Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan komitmennya menjadikan Festival Silaturahim Silat Tradisi Bangsa Melayu sebagai program berkelanjutan untuk melestarikan, membudayakan, dan menjaga warisan budaya Indonesia.
Selain ajang mempererat silaturahmi antarperguruan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap silat tradisi sebagai bagian dari jati diri bangsa.(rel)
Editor : Heri Sugiarto