Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pupuk Indonesia Edukasi Pemupukan Berimbang untuk Petani Wanita dan Petani Cilik

Heri Sugiarto • Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:48 WIB
Pemahaman petani dalam memanfaatkan pupuk bersubsidi secara tepat bisa meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah untuk jangka panjang.(Foto: Corcom)
Pemahaman petani dalam memanfaatkan pupuk bersubsidi secara tepat bisa meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesuburan tanah untuk jangka panjang.(Foto: Corcom)

PADEK.JAWAPOS.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui edukasi pemupukan berimbang kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan petani cilik di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (6/7/2026).

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani dalam memanfaatkan pupuk bersubsidi secara tepat sehingga produktivitas pertanian meningkat sekaligus menjaga kesuburan tanah untuk jangka panjang.

Officer Pendukung Pemasaran dan Penjualan Departemen Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Taufik Aprizal, mengatakan keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pupuk, tetapi juga cara penggunaannya.

"Kami ingin memastikan petani tidak hanya memperoleh pupuk bersubsidi sesuai haknya, tetapi juga memahami cara penggunaan pupuk yang tepat melalui konsep pemupukan berimbang. Dengan pemupukan yang tepat, produktivitas pertanian diharapkan meningkat sekaligus menjaga kesuburan tanah agar tetap produktif dalam jangka panjang," ujar Taufik.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Mobil Uji Tanah (MUT) Pupuk Indonesia memberikan edukasi mengenai tingkat kesuburan lahan serta rekomendasi pemupukan berdasarkan kebutuhan unsur hara tanaman.

Materi difokuskan pada penerapan prinsip 5 Tepat, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran.

Menurut Taufik, pendampingan teknis melalui MUT menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pertanian modern kepada petani wanita dan generasi muda.

Teknologi pertanian presisi yang diterapkan membuat penggunaan pupuk lebih efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan lahan.

"Praktik pemupukan berimbang atau presisi menjadikan pengaplikasian pupuk lebih efektif dan efisien. Hal ini membantu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga kesehatan lahan untuk musim tanam berikutnya," katanya.

Selain edukasi budidaya, Pupuk Indonesia juga menyosialisasikan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers.

Petani mendapat penjelasan mengenai persyaratan, proses verifikasi data, mekanisme penebusan sesuai alokasi, hingga pengambilan pupuk di kios resmi.

Menurut Taufik, sistem digital tersebut memudahkan petani memperoleh pupuk bersubsidi secara tepat waktu sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran.

"Aplikasi i-Pubers memberikan kemudahan bagi petani dalam menebus pupuk bersubsidi sesuai alokasi secara lebih transparan dan akuntabel. Dengan pupuk yang diperoleh tepat waktu, petani dapat menerapkan rekomendasi pemupukan berimbang secara optimal," ujarnya.

Senior Manager Regional 1 Pupuk Indonesia, Benny Farlo, mengatakan edukasi pemupukan berimbang juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi petani Indonesia. Menurutnya, keterlibatan petani cilik penting mengingat rata-rata usia petani saat ini sudah di atas 50 tahun.

"Dengan petani cilik, kami berharap lahir petani-petani hebat di masa depan sebagai penopang ketahanan pangan. Dengan demikian, Pupuk Indonesia turut berkontribusi merawat masa depan Indonesia," kata Benny.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gelumbang, Ramlan, menilai pemupukan berimbang berdasarkan hasil analisis tanah menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Bitis, Hengki Wijaya, yang menilai kegiatan tersebut menambah pengetahuan petani mengenai praktik budidaya yang baik serta mekanisme memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan oleh para petani sehingga hasil panen semakin baik dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," ujar Hengki.

Melalui pelibatan Kelompok Wanita Tani dan petani cilik, Pupuk Indonesia berharap regenerasi sektor pertanian semakin kuat. 

Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung usaha tani keluarga, sementara pembinaan generasi muda menjadi investasi penting untuk mencetak petani masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mendukung swasembada pangan nasional.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Pemupukan Berimbang #Petani cilik Muara Enim #pupuk indonesia #aplikasi I-Pubers #Kelompok Wanita Tani