PADEK.JAWAPOS.COM – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd., menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Bidakara, Jakarta, pada 24–26 Juli 2026.
Kehadiran Rektor UIN Imam Bonjol Padang merupakan bagian dari partisipasi perguruan tinggi Islam dalam forum musyawarah nasional yang digelar MUI setiap lima tahun untuk membahas berbagai isu strategis keumatan dan kebangsaan.
KUII VIII secara resmi dibuka pada Jumat (24/7/2026) dengan mengusung tema "Ulama Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat." Forum tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari unsur MUI, organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, kementerian, lembaga negara, tokoh masyarakat, hingga perwakilan dunia internasional.
Sejumlah pejabat negara dan duta besar negara sahabat juga menghadiri pembukaan kongres.
Dalam undangan resmi MUI, UIN Imam Bonjol Padang menjadi salah satu perguruan tinggi yang dilibatkan sebagai peserta kongres.
Prof. Martin Kustati mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk sidang pleno dan sidang komisi yang berlangsung selama tiga hari.
"Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari agama, sosial dan peradaban, ekonomi dan kesejahteraan, media dan ruang siber, pendidikan, sains dan teknologi, politik, hukum, ketahanan nasional, hingga geopolitik dan tatanan dunia baru," jelas Martin Kustati.
Seluruh pembahasan, kata Martin Kustati, diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi strategis sebagai panduan dalam menjawab tantangan umat dan bangsa pada lima tahun mendatang.
Partisipasi UIN Imam Bonjol Padang dalam KUII VIII juga menegaskan keterlibatan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dalam memberikan kontribusi akademik terhadap berbagai persoalan keumatan melalui pendekatan ilmiah, riset, serta penguatan moderasi beragama.
Selain menghadirkan peserta dari berbagai organisasi Islam dan perguruan tinggi, KUII VIII juga menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, lembaga negara, akademisi, dan tokoh nasional untuk memperkaya pembahasan berbagai agenda pembangunan nasional, termasuk pendidikan, ekonomi syariah, ketahanan pangan, pertahanan negara, hingga transformasi digital.
"UIN Imam Bonjol Padang menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam forum-forum strategis nasional sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat, serta pembangunan masyarakat dan bangsa," jelas Martin Kustati.
Keterlibatan perguruan tinggi dalam forum seperti KUII VIII diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara kalangan ulama, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam merumuskan berbagai langkah strategis bagi kemajuan umat dan Indonesia di masa mendatang.(*)
Editor : Heri Sugiarto