PADEK.JAWAPOS.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan olahraga nasional dengan mendukung penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Youth & Junior Pupuk Indonesia 2026 yang digelar Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) di Semarang pada 22–24 Juli 2026.
Senior Vice President (SVP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Indonesia, Frans Adisuranta Ginting, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan membangun prestasi olahraga Indonesia secara berkelanjutan.
Menurut Frans, Pupuk Indonesia telah menjalin kolaborasi dengan PB PABSI selama lima tahun terakhir dalam mendukung pelaksanaan Kejurnas sebagai wadah pembinaan atlet muda.
"Dukungan Pupuk Indonesia bukan dukungan sesaat. Pupuk Indonesia sudah lima tahun aktif berkontribusi bagi pembinaan atlet angkat besi nasional. Pupuk Indonesia siap mendukung PB PABSI untuk menciptakan atlet-atlet berprestasi melalui ajang Kejurnas. Hasil dari Kejurnas ini bisa diberangkatkan mewakili Indonesia pada ajang-ajang internasional," ujar Frans.
Ia menegaskan proses mencetak atlet berprestasi membutuhkan waktu panjang melalui penjaringan, pembinaan, hingga kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan internasional.
Frans mencontohkan, atlet-atlet muda yang dibina saat ini dipersiapkan menghadapi agenda besar olahraga internasional, termasuk Asian Games September 2026 di Jepang dan Olimpiade Los Angeles 2028.
"Untuk mewujudkannya tentu tidak bisa secepat kilat, tidak semudah membalik telapak tangan, tapi harus dipupuk. Dibutuhkan penjaringan, pembinaan, serta mengikuti event internasional," katanya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap Kejurnas Angkat Besi juga menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan melalui pengembangan olahraga prestasi.
"Kami harapkan dari angkat besi ini, kami bisa melakukan pemberdayaan masyarakat. Bisa mendukung PB PABSI untuk melahirkan generasi-generasi emas atlet angkat besi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional," ujar Frans.
Diikuti 297 Peserta dari 23 Provinsi
Kejurnas Angkat Besi Youth & Junior Pupuk Indonesia 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam proses regenerasi atlet nasional.
Sebanyak 297 peserta dari 23 provinsi mengikuti kejuaraan tersebut, terdiri atas 105 lifter kategori Youth, 115 lifter kategori Junior, dan 77 ofisial.
PB PABSI mempertandingkan 10 kelas pada kategori Youth dan 10 kelas pada kategori Junior sesuai regulasi terbaru International Weightlifting Federation (IWF).
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, PB PABSI mulai menerapkan ketentuan Minimal Angkatan Pertama (MAP) di setiap kelas pertandingan.
Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memastikan setiap daerah mengirimkan atlet terbaik yang telah memenuhi standar performa sesuai regulasi IWF.
Ajang Seleksi Menuju Pelatnas
Sekretaris Jenderal PB PABSI, Djoko Pramono, mengatakan penerapan MAP menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan atlet di daerah.
"Diharapkan dari Kejurnas ini akan muncul lifter-lifter muda potensial yang kelak bisa dipanggil ke Pelatnas. Sekaligus, sebagai ajang monitoring sejauh mana perkembangan pembinaan para lifter remaja dan yunior di daerah-daerah saat ini. Jadi, mereka tidak asal mengirimkan sembarang lifter saja yang penting tampil di Kejurnas," kata Djoko.
Selain menerapkan standar MAP, PB PABSI juga memberikan penghargaan kepada lifter terbaik putra dan putri pada kategori Youth maupun Junior sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet muda untuk terus meningkatkan kemampuan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Editor : Heri Sugiarto