PADEK.JAWAPOS.COM – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di bawah kepemimpinan Mayjen (Purn) TNI Dr. H. Ahmad Yani Basuki menyatakan dukungannya terhadap inisiatif islah (rekonsiliasi) yang didorong Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak untuk mengakhiri dinamika internal organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Wamenhaj di Jakarta pada Kamis (16/7/2026).
Tegaskan Berpegang pada AD/ART Organisasi
Dalam audiensi tersebut, Ahmad Yani Basuki menegaskan bahwa kepengurusan IPHI yang dipimpinnya berkomitmen menjalankan organisasi berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta menjunjung nilai moral dan keteladanan.
Ia juga menyambut baik langkah Kementerian Haji yang berinisiatif memfasilitasi penyatuan kembali kepengurusan IPHI setelah muncul dinamika internal sejak Muktamar VII pada 2021.
"Yang kami perjuangkan adalah kebenaran yang sesuai dengan aturan AD/ART, bukan sekadar mencari kalah atau menang yang bisa mendorong tindakan kecurangan maupun kebohongan. Sebagai organisasi alumni haji, kita mesti memberikan contoh teladan yang baik bagi masyarakat," jelas Ahmad Yani Basuki.
Telah Mengupayakan Jalan Damai
Menurut Ahmad Yani Basuki, upaya rekonsiliasi bukan hal baru bagi kepengurusannya. Ia menyebut pihaknya selama ini telah berupaya membuka ruang dialog melalui berbagai mediasi informal yang melibatkan sejumlah tokoh, baik dari kalangan pemerintah maupun di luar pemerintahan.
Selain itu, melalui kuasa hukum, Ahmad Yani Basuki bersama Sekretaris Jenderal IPHI juga mengajukan proposal perdamaian yang antara lain berisi pembentukan panitia bersama penyelenggara muktamar, pelaksanaan muktamar bersama yang inklusif, serta pemberian kesempatan kepada seluruh kader untuk mencalonkan atau dicalonkan sebagai ketua umum.
Dalam keterangannya disebutkan bahwa proposal itu sempat ditolak. Meski demikian, kepengurusan Ahmad Yani Basuki menyatakan tetap membuka ruang dialog demi menjaga persatuan organisasi.
Nilai Sejalan dengan Semangat Persatuan
Ahmad Yani Basuki menilai langkah yang diambil Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak sejalan dengan semangat memperkuat persatuan organisasi.
"Langkah proaktif Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dalam mendorong kembalinya persatuan IPHI ini dinilai sangat selaras dengan visi persatuan nasional di era Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana keberhasilan Pemerintah memfasilitasi rekonsiliasi pada organisasi besar lain seperti HKTI," katanya.
Mengingat sejarah pendirian IPHI pada tahun 1990 yang diinisiasi oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama untuk memayungi organisasi-organisasi haji, Pemerintah kini kembali mengambil peran substantif.
Menurut keterangan Ahmad Yani Basuki, Kementerian Haji berencana mengundang kedua belah pihak dalam forum diskusi untuk membahas penyelesaian dualisme kepengurusan dengan mengacu pada prinsip-prinsip Islam serta aturan organisasi yang telah disepakati dalam Muktamar VI.
Persiapkan Rakernas dan Muktamar
Selain membahas upaya islah, pengurus IPHI juga melaporkan agenda organisasi kepada Wamenhaj, termasuk rencana penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) serta persiapan menuju Muktamar IPHI berikutnya.
Kepengurusan Ahmad Yani Basuki menyatakan optimistis pengalaman organisasi dalam menyelenggarakan tujuh kali muktamar serta komitmen menjalankan AD/ART akan menjadi modal untuk menyelesaikan setiap perbedaan secara musyawarah demi menjaga keutuhan organisasi.(*)
Editor : Heri Sugiarto