PADEK.JAWAPOS.COM— Dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 5 lebih mengguncang kawasan barat Indonesia pada Minggu (9/8/2026). Gempa pertama berkekuatan M5,7 terjadi di Laut Andaman, 205 kilometer barat laut Kota Sabang, Aceh, disusul gempa M5,5 di sekitar Enggano, Bengkulu, pada malam harinya.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M5,7 terjadi pada pukul 10.02.05 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Episenternya berada di koordinat 7,25 derajat Lintang Utara dan 94,06 derajat Bujur Timur.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Dalam analisis lanjutannya, parameter gempa diperbarui menjadi M5,4 dengan kedalaman 40 kilometer dan episenter berjarak 186 kilometer barat laut Kota Sabang.
Gempa tersebut dirasakan dengan intensitas III MMI di Sukakarya dan Sukajaya, Kota Sabang, serta Pulo Aceh, Aceh Besar. Hingga pukul 10.30 WIB, BMKG belum mendeteksi aktivitas gempa bumi susulan.
Malam Hari, Gempa M5,5 Mengguncang Dekat Enggano
Sekitar 12 jam kemudian, gempa kembali tercatat di kawasan barat Sumatera. Gempa berkekuatan M5,5 terjadi pada pukul 22.15.04 WIB di laut, sekitar 84 kilometer tenggara Enggano, Bengkulu, dengan kedalaman 40 kilometer.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 5,92 derajat Lintang Selatan dan 102,77 derajat Bujur Timur. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Bengkulu Utara dan II MMI di Kaur, Kepahiang, Enggano, Krui, serta Sekincau. Dalam analisis lanjutan, BMKG memperbarui magnitudo menjadi M5,2 dengan kedalaman 34 kilometer.
BMKG menyebut gempa di kawasan pantai barat Sumatera tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi. Mekanisme sumbernya menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault.
Dua Gempa M5+ dalam Sehari
Catatan BMKG menunjukkan 9 Agustus menjadi salah satu hari dengan dua kejadian gempa M5+ di kawasan barat Indonesia dalam rentang waktu berbeda.
Selain dua gempa tersebut, BMKG juga mencatat gempa M4,0 pada pukul 22.35.20 WIB, sekitar 79 kilometer tenggara Enggano. Gempa ini dirasakan dengan intensitas II-III MMI di sejumlah wilayah, termasuk Lampung Barat dan Pesisir Barat.
Rangkaian tersebut terjadi setelah sejumlah gempa M5+ tercatat pada hari-hari sebelumnya. BMKG mencatat gempa M5,0 di Jepara pada 7 Agustus, M5,8 di sekitar Kepulauan Sangihe pada 6 Agustus, serta beberapa gempa M5+ di Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Maluku Utara pada 5 Agustus.
Untuk dua gempa M5+ yang terjadi pada 9 Agustus, BMKG menyatakan keduanya tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa.(*)
Editor : Hendra Efison