PADEK.JAWAPOS.COM— PT PLN (Persero) menyiagakan lebih dari 45 ribu personel di 2.275 titik untuk mengawal kesiapan kelistrikan nasional menjelang rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama jajaran direksi memantau langsung kesiapan tersebut dari PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu malam (15/8).
Dalam konferensi pers yang terhubung secara daring dengan jajaran Direksi PLN di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat, Darmawan menyampaikan bahwa pengamanan sistem kelistrikan dilakukan secara menyeluruh.
PLN telah melakukan pemeriksaan terhadap pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, jaringan distribusi, hingga jalur di sekitar lokasi kegiatan sejak awal Agustus.
Beban Puncak Diproyeksikan 42,6 GW
Secara nasional, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW).
Sementara itu, daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW. Dengan demikian, tersedia cadangan daya sebesar 9 GW atau sekitar 21,1 persen.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, PLN menyiagakan 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan pasokan listrik.
Selain itu, disiapkan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Khusus rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat. Sistem tersebut mencakup pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset.
Sistem Kalimantan Berangsur Pulih
Kesiapsiagaan PLN juga mencakup respons terhadap kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah. Salah satunya sistem kelistrikan Kalimantan yang sebelumnya mengalami gangguan pada sisi pembangkit.
PLN menyebut kondisi sistem Kalimantan kini berangsur pulih setelah mendapat tambahan pasokan dari dua pembangkit. Pengamanan sistem tersebut tetap dilakukan untuk memastikan kondisi kelistrikan semakin kuat.
Di Flores, NTT, PLN juga melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan setelah gempa terjadi. Petugas langsung melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap gardu induk, jaringan distribusi, dan fasilitas kelistrikan yang terdampak.
Dalam proses tersebut, sebanyak 11 gardu induk yang terdampak telah kembali bertegangan pada Sabtu sore. Proses penormalan selanjutnya dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan.
Pemulihan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri.
Sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses akibat kondisi pascagempa. PLN menyatakan pemulihan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.
Darmawan mengatakan kesiapsiagaan PLN tidak hanya ditujukan untuk memastikan kelistrikan selama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga untuk merespons gangguan dan kondisi kelistrikan di berbagai wilayah Indonesia.(*)
Editor : Hendra Efison