Asap Karhutla Ganggu Warga Kerumutan, Pertamina Salurkan Masker N95 dan Oksigen

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Asap karhutla mengganggu warga Kerumutan, Pelalawan. Pertamina menyalurkan masker N95 dan oksigen portabel untuk mendukung penanganan asap.
Asap karhutla mengganggu warga Kerumutan, Pelalawan. Pertamina menyalurkan masker N95 dan oksigen portabel untuk mendukung penanganan asap.

PADEK.JAWAPOS.COM – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan warga Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Merespons kondisi itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyalurkan bantuan kesehatan berupa masker N95 dan oksigen portabel.

Bantuan disalurkan melalui Terminal BBM Sei Siak bersama pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Pelalawan di Posko Kesehatan Terpadu Penanganan Karhutla Kecamatan Kerumutan, Selasa (25/8/2026).

Kerumutan menjadi kecamatan yang disebut paling parah terdampak karhutla dari 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan.

Kebakaran terjadi di tengah lahan sawit milik masyarakat dengan luas hampir 10 hektare.

BPBD Sebut 99 Persen Karhutla Dipicu Manusia

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan, mengatakan titik-titik api mulai muncul di wilayah Pelalawan dalam satu bulan terakhir, terutama di Kecamatan Kerumutan.

Menurutnya, faktor manusia menjadi penyebab dominan terjadinya karhutla di wilayah tersebut.

Sementara musim kemarau atau El Nino disebut turut membuat kondisi hutan dan lahan semakin kering.

“Penyebab karhutla 99 persen dipicu oleh manusia, baik itu disengaja maupun tidak disengaja, hanya 1 persen disebabkan oleh kemarau,” kata Zulfan.

Ia menjelaskan, kondisi menjadi lebih berisiko karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut.

Api pada lahan gambut tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat terus membara jauh di dalam tanah.

Tim Pemadam Terpapar Asap Selama Bertugas

Zulfan mengapresiasi bantuan Pertamina yang dinilai dapat membantu melindungi masyarakat dan tim lapangan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Menurutnya, tim pemadam yang bersiaga selama 24 jam memiliki risiko tinggi mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dalam waktu lama.

“Tim pemadam yang siaga 24 jam memiliki potensi terjangkit penyakit pernapasan yang tinggi karena paparan asap dalam jangka waktu yang lama,” ujarnya.

Ia menilai bantuan masker N95 dan oksigen portabel dapat meminimalisir risiko tersebut sehingga petugas dapat menjalankan tugas dengan lebih aman dan nyaman.

Pertamina Perkuat Respons Penanganan Asap

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari respons tanggap darurat perusahaan terhadap kondisi karhutla di Kerumutan.

Ia menegaskan, Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Melalui aksi tanggap darurat ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ujar Silvani.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung penanganan asap akibat karhutla di Riau, khususnya Kecamatan Kerumutan, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

Pertamina, lanjutnya, ingin terus hadir sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.(*)

Editor : Hendra Efison
asap karhutla karhutla Kerumutan masker N95 Pelalawan Pertamina Patra Niaga