Lebih 100 Hektare Lahan Terbakar, Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 12:24 WIB
BNPB mencatat lebih 100 hektare lahan terbakar akibat karhutla yang meluas dari Aceh, Lampung, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara. (Dok BNPB)
BNPB mencatat lebih 100 hektare lahan terbakar akibat karhutla yang meluas dari Aceh, Lampung, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara. (Dok BNPB)

PADEK.JAWAPOS.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 107 hektare lahan terbakar dalam rangkaian kejadian yang tersebar dari Aceh hingga Maluku Utara.

Data tersebut berasal dari laporan BNPB mengenai perkembangan situasi dan penanganan bencana pada periode Rabu (2/9) hingga Kamis (3/9/2026) pukul 07.00 WIB. Karhutla tercatat terjadi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara.

Sejumlah kebakaran telah berhasil dipadamkan, namun beberapa lokasi masih membutuhkan penanganan karena kondisi lahan yang sulit dijangkau, termasuk kawasan gambut. Sejumlah daerah juga masih berstatus siaga darurat kekeringan dan karhutla.

Aceh: 11,5 Hektare Terbakar

Di Provinsi Aceh, karhutla terjadi di tiga kabupaten dengan total luas lahan terbakar sekitar 11,5 hektare.

Di Kabupaten Aceh Besar, kebakaran terjadi di Gampong Deah Mamplam, Kecamatan Leupung, pada Rabu (2/9). Sekitar dua hektare lahan terbakar sebelum api berhasil dipadamkan pada pukul 15.30 WIB.

Sementara di Kabupaten Aceh Barat, kebakaran melanda Gampong Blang Beurandang, Gampong Mesjid Baro, dan Gampong Aron Tunong. Total luas lahan terbakar mencapai sekitar 6,5 hektare.

Penanganan melibatkan BPBD, TNI, Polri, KPH IV Aceh dan masyarakat. Hingga Rabu (2/9), penanganan di sejumlah titik masih berlangsung.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Kampung Arul Gele dan Kampung Pedekok. Luas lahan terbakar mencapai sekitar tiga hektare dan api berhasil dipadamkan pada Rabu sore.

Lampung: 11 Hektare Lahan Terbakar

Di Lampung, karhutla terjadi di Kabupaten Pringsewu dan Mesuji dengan total luas sekitar 11 hektare.

Di Pringsewu, kebakaran melanda Desa Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa. Sekitar satu hektare lahan terbakar dan api berhasil dipadamkan pada Rabu (2/9).

Sedangkan di Kabupaten Mesuji, kebakaran melanda kawasan Talang Batu hingga Desa Margo Jadi, Kecamatan Mesuji Timur. Luas lahan semi gambut yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare.

Wilayah tersebut berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Provinsi Lampung hingga 24 September 2026. Api telah dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Jawa Tengah: Karhutla dan TPA Terbakar

Di Jawa Tengah, karhutla tercatat di Kabupaten Semarang, Boyolali dan Klaten dengan total sekitar 15 hektare lahan terbakar.

Di Kabupaten Semarang, kebakaran terjadi di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, dengan luas sekitar tiga hektare. Di Boyolali, kebakaran di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego, menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.

Sementara di Kabupaten Klaten, kebakaran terjadi di area persawahan sekitar perkebunan kayu putih Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu. Sekitar dua hektare lahan terbakar.

Selain karhutla, kebakaran juga melanda tumpukan sampah di TPA Putri Cempo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Luas area terdampak mencapai sekitar 2,17 hektare dan proses pemadaman masih berlangsung.

Penanganan melibatkan sejumlah armada pemadam serta unsur TNI, Polri, PMI, Tagana dan Dinas Lingkungan Hidup. Kebutuhan mendesak di lokasi antara lain logistik, air mineral, masker dan obat tetes mata.

Jawa Timur: 21 Hektare Terbakar

Di Jawa Timur, karhutla terjadi di Kabupaten Pacitan, Ponorogo dan Kota Batu dengan total luas sekitar 21 hektare.

Di Pacitan, kebakaran melanda Desa Widoro, Kecamatan Pacitan, serta Desa Karangrejo dan Desa Gayuhan, Kecamatan Arjosari. Luas lahan terbakar mencapai sekitar tiga hektare.

Di Kabupaten Ponorogo, kebakaran terjadi di kawasan Gunung Dangean, Desa Jenangan, Kecamatan Jenangan, dengan luas sekitar tiga hektare.

Sementara kebakaran di Kota Batu terjadi di petak 100 dekat Pos 3 Pendakian Gunung Butak, Kecamatan Pujon. Luas lahan terbakar mencapai sekitar 15 hektare dan masih dalam pendataan.

Api di tiga wilayah tersebut telah ditangani, sementara jalur pendakian Gunung Panderman, Butak dan Bokong ditutup sementara sebagai langkah pengamanan. Jawa Timur juga masih berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla hingga 6 Oktober 2026.

Kalimantan Timur: 23,49 Hektare Terbakar

Di Kalimantan Timur, karhutla tercatat di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara dengan total luas sekitar 23,49 hektare.

Di Penajam Paser Utara, kebakaran melanda Kelurahan Sungai Parit dan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. Luas lahan terbakar mencapai sekitar 17,49 hektare.

Petugas menghadapi kondisi lahan berupa gambut tipis dan semak. Pemadaman serta pendinginan tuntas pada Kamis dini hari dan secara visual tidak lagi terlihat titik asap.

Sementara di Kutai Kartanegara, kebakaran terjadi di Desa Muara Kembang, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa. Sekitar enam hektare lahan terdampak.

Namun, penanganan di lokasi masih menghadapi kendala karena karakteristik lahan gambut dan titik api yang sulit dijangkau. Wilayah tersebut berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla dan Asap hingga 30 November 2026.

Sulawesi: 15 Hektare Terbakar

Di Sulawesi, BNPB mencatat karhutla di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dengan total luas sekitar 15 hektare.

Di Bombana, kebakaran terjadi di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara. Sekitar 10 hektare lahan terbakar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kelalaian warga yang membuang puntung rokok sembarangan.

Sementara di Minahasa, kebakaran lahan terjadi di tiga wilayah, yakni Desa Tulap, Kelurahan Toulour dan Kelurahan Sumalangka. Total lahan terbakar sekitar lima hektare.

Api di kedua wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan.

Maluku Utara: 8 Hektare Terbakar

Di Maluku Utara, karhutla terjadi di Kabupaten Kepulauan Taliabu dan Halmahera Timur dengan total luas sekitar 8 hektare.

Di Kepulauan Taliabu, kebakaran melanda kebun sayur warga di Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat. Sekitar lima hektare lahan terbakar.

Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar yang kemudian tidak terkendali akibat hembusan angin kencang. Petugas juga menghadapi kendala keterbatasan sumber air dan akses menuju lokasi.

Sementara di Halmahera Timur, sekitar tiga hektare lahan di Desa Akedaga, Kecamatan Wasile Timur, terbakar. Api berhasil dipadamkan, meski sisa asap tipis di sejumlah titik masih dipantau untuk mencegah munculnya titik api baru.

BNPB Minta Warga Waspada

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang masih berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan berhati-hati dalam mengelola sampah agar tidak memicu kebakaran.

BNPB juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar lingkungan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mempercepat penanganan sejak dini. (*)

Editor : Hendra Efison
karhutla Indonesia lahan terbakar kebakaran hutan dan lahan siaga darurat karhutla bnpb