Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Laut Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Padang

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 05:46 WIB
Gempa magnitudo 6,5 mengguncang laut Kepulauan Seribu, Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Padang dan sejumlah wilayah Sumatera serta Jawa. (BMKG)
Gempa magnitudo 6,5 mengguncang laut Kepulauan Seribu, Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Padang dan sejumlah wilayah Sumatera serta Jawa. (BMKG)

PADEK.JAWAPOS.COM–Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang perairan bagian timur Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu pagi (12/9/2026). Getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Jawa hingga Sumatera, termasuk Padang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi tepat pukul 04.23 WIB dengan parameter pemutakhiran magnitudo 6,5 pada kedalaman 368 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menyampaikan pemutakhiran data sekaligus analisis terhadap gempa tersebut.

Berdasarkan pengamatan BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 5,24° LS dan 106,78° BT. Lokasinya berada di laut, sekitar 69 kilometer arah timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

"Lokasi persisnya berada di laut, berjarak 69 kilometer arah Timur Laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta," ujar Wijayanto dalam keterangan resmi, Sabtu (12/9/2026).

Meski berkekuatan cukup kuat, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan perhitungan numerik.

Wijayanto menjelaskan, berdasarkan posisi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.

Hasil investigasi mekanisme sumber menunjukkan pergerakan batuan dengan gaya geser turun atau oblique normal.

Getaran Terasa hingga Sumatera

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, getaran gempa tersebar di berbagai wilayah Pulau Jawa dan Sumatera dengan tingkat intensitas yang berbeda.

Di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus, guncangan mencapai skala IV MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar ruangan. Guncangan juga dapat menyebabkan gerabah pecah, dinding berbunyi, serta pintu dan jendela berderik.

Sementara itu, Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap merasakan guncangan skala III MMI.

Getaran pada skala III MMI terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada kendaraan berat atau truk melintas.

Getaran skala II-III MMI juga dirasakan hingga sejumlah wilayah lain, termasuk Padang, Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

Pada tingkat intensitas tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti truk melintas.

Adapun di Lemong, Semaka, dan Bengkunat, guncangan dirasakan pada skala II MMI. Intensitas ini hanya dirasakan beberapa individu dan ditandai dengan bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung.

Belum Ada Gempa Susulan

Hingga pemantauan dilakukan pada pukul 05.00 WIB, sistem monitoring BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG memastikan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa terus dilakukan. Informasi akan dimutakhirkan bagi pemangku kepentingan dan masyarakat.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap isu yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Masyarakat diminta menjauhi struktur bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan fisik akibat guncangan. (cc1)

Editor : Hendra Efison
gempa terasa Padang gempa Kepulauan Seribu Gempa Sumatera bmkg