PADEK.JAWAPOS.COM – BMKG mencatat El Nino sangat kuat pada awal Oktober 2026. Kondisi ini terjadi saat curah hujan rendah mendominasi sebagian besar wilayah pengamatan, sementara sejumlah kabupaten dan kota masuk dalam peringatan dini kekeringan meteorologis maupun curah hujan tinggi untuk periode 11–20 Oktober 2026.
Dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Oktober 2026 yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026, BMKG melaporkan indeks ENSO rata-rata tiga bulanan untuk periode Agustus–September–Oktober (ASO) mencapai +3,08. Nilai tersebut menunjukkan El Niño dengan intensitas sangat kuat.
BMKG mencatat anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 sebesar +3,33 pada pengamatan dasarian. Sementara itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) dasarian tercatat +0,703, dibandingkan nilai September sebesar +0,72.
Data tersebut merupakan bagian dari pemantauan kondisi iklim yang digunakan BMKG untuk menganalisis perkembangan cuaca dan musim di Indonesia. Meski El Nino berada pada intensitas sangat kuat, kondisi curah hujan tetap bervariasi antarwilayah.
83,85 Persen Wilayah Pengamatan Mengalami Curah Hujan Rendah
BMKG mencatat curah hujan pada Dasarian I Oktober 2026, yakni periode 1–10 Oktober, didominasi kategori rendah.
Sebanyak 83,85 persen wilayah pengamatan berada pada kategori curah hujan rendah. Sementara itu, 14,42 persen masuk kategori menengah dan 1,73 persen kategori tinggi.
Berdasarkan perbandingan dengan kondisi normal, sebanyak 87,72 persen wilayah pengamatan mengalami sifat hujan di bawah normal. Adapun 5,19 persen berada pada kategori normal dan 7,09 persen di atas normal.
Aceh serta Sumatera Utara Masuk Kategori Waspada
BMKG mencatat sebanyak 53 Zona Musim (ZOM), atau 7,6 persen dari jumlah ZOM yang dianalisis, telah memasuki musim hujan pada Dasarian I Oktober 2026.
Wilayah yang mulai mengalami musim hujan meliputi sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Kepulauan Riau.
Di tengah dominasi curah hujan rendah pada awal Oktober, BMKG mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk Dasarian II Oktober 2026.
Dalam peringatan dini yang diterbitkan, kategori Waspada berlaku di beberapa kabupaten dan kota di Aceh serta Sumatera Utara. Sedangkan beberapa kabupaten/kota di Aceh masuk kategori Siaga.
Wilayah yang Masuk Peringatan Kekeringan Meteorologis
Sementara itu, pada periode Dasarian II Oktober 2026 atau 11–20 Oktober, BMKG menerbitkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan tiga kategori, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas.
Pada kategori Waspada, peringatan berlaku di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua Selatan.
Kategori Siaga mencakup beberapa kabupaten dan kota di Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan.
Sementara itu, kategori Awas berlaku di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
Curah Hujan Oktober hingga Awal November Diprediksi Rendah sampai Menengah
BMKG memprakirakan curah hujan pada periode Dasarian II Oktober hingga Dasarian I November 2026 secara umum berada pada kategori rendah sampai menengah, dengan kisaran 0–150 milimeter per dasarian.
Untuk Dasarian II Oktober, curah hujan kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian, diprediksi terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Wilayah dengan prakiraan curah hujan rendah dapat berubah pada dasarian berikutnya sesuai perkembangan kondisi atmosfer.
BMKG pun memetakan peluang curah hujan lebih dari 300 milimeter per bulan untuk periode November 2026 hingga April 2027.
Pada November 2026, peluang curah hujan bulanan di atas angka tersebut diperkirakan tinggi di sebagian Aceh, sebagian kecil Bengkulu, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Papua Tengah.
Masyarakat Perlu Memantau Peringatan Sesuai Wilayah
Masyarakat di wilayah yang masuk peringatan kekeringan perlu memperhatikan ketersediaan air dan perkembangan kondisi setempat.
Sementara itu, warga di daerah yang masuk peringatan curah hujan tinggi perlu memantau informasi cuaca terbaru serta mengikuti arahan pihak berwenang apabila kondisi memburuk.
Peta dan pembaruan resmi dapat diperiksa melalui Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I Oktober 2026 di situs BMKG. (*)
Editor : Heri Sugiarto