Hasilnya, terdapat hubungan antara hampir 1.000 perusahaan di surga lepas pantai dan 336 politisi tingkat tinggi dan pejabat publik. Termasuk, lebih dari selusin kepala negara dan pemerintahan yang menjabat.
Dokumen di balik penyelidikan terbaru diambil dari sejumlah perusahaan jasa keuangan di berbahai negara. Tak terkecuali, Kepulauan Virgin Britania Raya, Panama, Belize, Siprus, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Swiss. Berikut cuplikan bocorannya, seperti dilansir AFP, Senin (4/10).
Kerajaan Properti Raja Jordania
Raja Abdullah II yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi protes terhadap langkah-langkah penghematan, disebut menciptakan jaringan perusahaan lepas pantai dan surga pajak untuk mengumpulkan kerajaan properti senilai 100 juta dolar AS atau Rp 1,42 triliun dalam periode 2003- 2017. Termasuk 15 rumah dari Malibu, California hingga Washington dan London.
Kedutaan Yordania di Washington menolak dimintai komentar soal ini. Namun, menurut laporan BBC, pengacara raja mengatakan semua properti dibeli dengan kekayaan pribadi.
Membeli properti melalui perusahaan lepas pantai untuk alasan privasi dan keamanan, disebut sebagai praktek lazim bagi kalangan jetset.
Dialihkan ke Anak Umur 11 tahun
Keluarga dan rekan-rekan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev yang telah lama dituduh korupsi oleh kelompok-kelompok pembela HAM. Diduga, mereka terlibat dalam transaksi properti di Inggris senilai ratusan juta dolar AS, termasuk blok kantor sekitar 45 juta dolar AS atau Rp 641,49 miliar atas nama putra presiden yang baru berusia 11 tahun, Heyder.
BBC melaporkan, properti di pusat kota London itu dibeli pada 2009 oleh perusahaan milik seorang teman keluarga presiden negara bagian Asia Tengah itu, sebelum dialihkan kepada putranya.
Bantahan PM Ceko
Perdana Menteri Ceko Andrej Babis disebut gagal mendeklarasikan perusahaan investasi lepas pantai, untuk membeli puri senilai 22 juta dolar AS atau Rp 313,62 miliar di selatan Prancis.
Andrej Babis yang akan menghadapi Pemilu pada akhir pekan mengatakan pengungkapan itu sebagai upaya menodai reputasinya, serta dapat mempengaruhi hasil Pemilu Ceko.
“Jelas, saya tidak melakukannya. Itu sesuatu yang ilegal atau salah,” tegas Andrej Babis kepada Kantor Berita Ceko, CTK.
Ring 1 PM Pakistan
Anggota lingkaran dalam Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, termasuk menteri kabinet dan keluarga mereka, disebut memiliki perusahaan dan perwalian yang memegang jutaan dolar AS, secara diam-diam.
Lewat cuitan Twitter-nya, Khan menyambut baik temuan tersebut. Ia menyebut, investigasi tersebut mengungkap kekayaan para elit yang diperoleh secara tidak sah, terakumulasi melalui penghindaran pajak dan korupsi. Serta dicuci ke surga’ finansial. Ia berjanji, pemerintahannya akan menyelidiki hal-hal yang tidak beres terkait hal tersebut.
Nama Presiden Rusia Vladimir Putin tidak disebutkan secara langsung dalam dokumen tersebut. Namun, The Washington Post melaporkan, nama Putin terkoneksi melalui rekanan ke aset rahasia di Monako. Berupa rumah tepi laut yang diperoleh seorang wanita Rusia, yang diyakini telah memiliki anak dengan Putin.
Pengalihan Saham Presiden Ukraina
Secara terpisah, dokumen-dokumen tersebut tampaknya menunjukkan bahwa firma hukum Presiden Nicos Anastasiades dari Siprus menyembunyikan identitas pemilik beberapa perusahaan lepas pantai. Seorang mantan politisi Rusia yang dituduh melakukan penggelapan.
Namun, BBC mengatakan, perusahaan tersebut membantah tuduhan itu. Menurut temuan itu, sebelum terpilih sebagai presiden Ukraina pada 2019, Volodymyr Zelensky mengalihkan sahamnya di sebuah perusahaan lepas pantai rahasia.
Gedung Milik Blair
Seorang kritikus blak-blakan tentang celah pajak. Mantan PM Inggris Tony Blair dan istrinya diketahui telah membeli sebuah bangunan senilai 8,8 juta dolar AS atau Rp 125,45 miliar di London pada 2017, dengan membeli perusahaan British Virgin Islands yang memilikinya.
Menurut hukum Inggris, itu sama saja dengan menghindari membayar pajak ratusan ribu dolar.
BBC mencatat, tidak ada indikasi keluarga Blair menyembunyikan kekayaan mereka. Cherie Blair mengatakan, properti itu telah diposisikan di bawah aturan Inggris.
Shakira, Schiffer dan Tendulkar
Bocornya dokumen ini tak hanya mengaitkan nama politisi. Tokoh masyarakat yang terkait dengan aset luar negeri, juga ikut terseret. Di dalamnya, ada nama penyanyi Kolombia Shakira, supermodel Jerman Claudia Schiffer, dan legenda kriket India Sachin Tendulkar.
Namun, pengacara ketiganya mengatakan kepada ICIJ, bahwa investasi itu sah dan tidak menghindari pajak. (hes/jpg) Editor : Novitri Selvia