Informasi yang pertama kali muncul di Twitter itu, kemudian diberitakan beberapa situs berita.
Laporan tersebut mengklaim bahwa turnamen tersebut dimulai pada 8 Juni dan berlangsung selama beberapa minggu. Setiap peserta harus bertanding selama 6 jam sehari.
Para kontestan, menurut laporan itu, juga diharapkan menguasai Kamasutra dengan baik dan akan diberikan poin ekstra untuk menampilkan sebanyak mungkin disiplin ilmunya dalam turnamen.
Pemenang akan ditentukan melalui pembagian 70-30; 70% suara penonton dan 30% penilaian juri. Menurut laporan tersebut, 20 kontestan dari berbagai negara telah mendaftar.
Penyelenggara menyatakan bahwa orientasi seksual dapat memainkan peran strategis dalam olahraga ini, dan percaya bahwa negara-negara Eropa lainnya akan mengadopsi hal yang sama di masa depan.
Menurut Dragan Bratych, ketua Federasi Seks Swedia, fokus seks sebagai olahraga adalah memaksimalkan kesenangan. Jadi, semakin banyak kesenangan yang dialami pasangan, semakin banyak poin yang didapat.
Hanya saja, berita yang tersebar luas bahwa Swedia resmi memasukkan seks sebagai salah satu cabang olahraga merupakan hal yang keliru.
Menurut outlet berita Swedia Goterborgs-Posten, proposal Federasi Seks Swedia menjadi anggota Konfederasi Olahraga Swedia telah ditolak. Artinya, organisasi resmi olahraga Swedia tak pernah memasukkan seks sebagai cabang olahraga. Goterborgs-Posten menyebut penolakan tersebut dalam laporan pada 26 April 2023.
"Proposal itu (seks sebagai olahraga) tidak memenuhi persyaratan kami dan saya dapat memberi tahu Anda bahwa pengajuan telah ditolak. Kami memiliki hal lain yang harus dilakukan," kata Ketua Konfederasi Olahraga Swedia, Bjorn Eriksson.
Eriksson juga berharap berita terkait Swedia menyatakan seks sebagai olahraga segera hilang dan tak menjadi polemik.
Eriksson juga menyatakan bahwa secara resmi Swedia tak mengakui seks sebagai cabang olahraga. Dan, jika Federasi Seks Swedia tetap menggelar kompetisi seks, itu bukan kegiatan resmi dari pemerintah Swedia. Bisa dikatakan ketika acara tersebut tetap berlangsung, sebagai kegiatan yang ilegal.
Bratych sendiri mengelola beberapa klub telanjang di Swedia dan berharap untuk mengklasifikasikan seks sebagai olahraga.(jpg) Editor : Admin Padek