Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rudal Rusia Tewaskan 11 Orang di Kampung Halaman Presiden Ukraina Zelenskyy

Admin Padek • Rabu, 14 Juni 2023 | 00:54 WIB
Bangunan tempat tinggal yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia di Kryvyi Rih, Ukraina, Selasa (13/6/2023). (Foto: Reuters)
Bangunan tempat tinggal yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia di Kryvyi Rih, Ukraina, Selasa (13/6/2023). (Foto: Reuters)

PADEK.CO--Serangan rudal Rusia di Kryvyi Rig, kampung halaman Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menewaskan 11 orang pada Selasa pagi (13/6/2023) waktu setempat. Moskow mengatakan telah merebut kendaraan lapis baja Barat dari pasukan Kyiv.


Serangan semalam menghantam beberapa lokasi dan merusak gedung apartemen lima lantai di pusat kota Kryvyi Rig. Serangan itu meninggalkan asap mengepul dari blok perumahan yang dipenuhi puing-puing.


"Pada malam yang mengerikan ini, musuh (Rusia) membunuh 11 warga sipil di kota itu," kata Sergiy Lysak, gubernur wilayah Dnipropetrovsk.


Para pejabat sebelumnya menyebutkan jumlah korban tewas 10 orang, tetapi Lysak mengatakan bahwa satu orang lagi ditemukan tewas dan telah ditarik dari bawah reruntuhan. "Operasi pencarian dan penyelamatan telah selesai," tambahnya.


Zelenskyy mengatakan setelah serangan itu,  pasukan Rusia mengobarkan perang terhadap bangunan tempat tinggal, kota-kota dan orang-orang biasa.


Dia berjanji kepada rakyat Ukraina bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu akan dimintai pertanggungjawabannya.


"Teroris tidak akan pernah dimaafkan, dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap rudal yang mereka luncurkan," katanya dalam sebuah pernyataan di media sosial seperti dilansir CNA.


Sirene serangan udara sebelumnya terdengar di seluruh Ukraina, ketika ibu kota Kyiv dan kota timur laut Kharkiv juga diserang rudal dan pesawat tak berawak.


Angkatan udara Ukraina mengatakan bahwa Rusia meluncurkan 14 rudal jelajah dan empat drone buatan Iran dalam semalam. Namun, 10 rudal dan satu drone berhasil  dicegat.


Di pagi hari, rudal lain ditembakkan oleh pasukan Rusia sebelum ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina.


Gelombang serangan baru datang tak lama sebelum Moskow mengklaim telah merebut beberapa tank Leopard Jerman dan kendaraan tempur infanteri Bradley AS.


Kementerian pertahanan merilis rekaman yang menunjukkan pasukan Rusia mengamati peralatan yang dipasok ke Ukraina oleh negara-negara Barat.


"Tank macan tutul dan kendaraan tempur infanteri Bradley. Ini adalah trofi kami. Peralatan angkatan bersenjata Ukraina di wilayah Zaporizhzhia," kata kementerian pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.


"Prajurit dari kelompok Vostok memeriksa tank musuh dan kendaraan tempur infanteri yang ditangkap dalam pertempuran."


Kyiv telah mengimbau sekutunya di Barat untuk mengirimkan berbagai peralatan militer modern untuk membantu pasukan Ukraina merebut kembali sebagian besar wilayah yang dikuasai Rusia.


Kementerian pertahanan mengatakan bahwa beberapa kendaraan yang ditangkap memiliki mesin yang berfungsi, menunjukkan bahwa pertempuran yang mereka lakukan singkat dan pasukan Ukraina telah "melarikan diri" dari posisi ofensif mereka.


Menteri pertahanan Jerman mengatakan bahwa Berlin tidak akan dapat segera mengganti tank yang telah diberikannya ke Ukraina.


"Sayangnya adalah sifat perang di mana senjata dihancurkan, tank dihancurkan dan orang terbunuh," kata Menteri Pertahanan Boris Pistorius kepada penyiar RTL dalam wawancara yang disiarkan Senin malam.


Sementara itu, Ukraina telah bertanya kepada Australia tentang kondisi puluhan pensiunan jet tempur F-18. Duta besar negara itu mengatakan kepada AFP pada hari Selasa, mengamati transfer senjata potensial yang dapat secara signifikan meningkatkan kekuatan udara Kyiv.




Serangan di seluruh Ukraina terjadi tak lama setelah Kyiv mengklaim telah merebut kembali tujuh desa, dan membuat kemajuan dalam serangan balasannya terhadap pasukan Rusia.


Juru bicara militer Andriy Kovalyov mengatakan bahwa luas tanah yang direbut kembali di wilayah timur dan selatan lebih dari 100 kilometer persegi.


Komandan pasukan darat Ukraina, Kolonel Oleksandr Syrskyi, mengatakan bahwa pasukan melanjutkan operasi pertahanan di sektor Bakhmut, tempat pertempuran perang terpanjang. "Tentara kita maju, dan musuh kehilangan tempat di sayap," katanya.(cna/afp)



Editor : Admin Padek
#kampung halaman #Bradley AS. #kyiv #presiden ukraina #Sergiy Lysak #ukraina #jerman #Dnipropetrovsk #rudal #Kryvyi Rig #rudal rusia #Volodymyr Zelenskyy #leopard #rusia #moskow