Aksi ini diduga sebagai pembalasan atas serangan udara yang diduga dilakukan Israel awal bulan ini terhadap gedung konsulat Iran di Suriah, yang menewaskan 12 orang termasuk jenderal senior Garda Revolusi.
Ketegangan regional kian memanas menyusul perang Israel melawan Hamas di Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama 6 bulan.
Menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA, unit pasukan khusus Angkatan Laut Garda Revolusi melakukan serangan terhadap kapal yang oleh media lain di negara tersebut diidentifikasi sebagai MSC Aries. Kapal kontainer ini diketahui berbendera Portugal namun berafiliasi dengan perusahaan Zodiac Maritime yang berbasis di London.
Zodiac Maritime sendiri merupakan bagian dari grup perusahaan Zodiac milik miliarder Israel, Eyal Ofer. Pihak Zodiac Maritime menolak berkomentar dan mengalihkan pertanyaan ke MSC, yang belum memberikan tanggapan resmi.
Sebelumnya, seorang pejabat pertahanan Timur Tengah yang tak ingin disebutkan namanya, membagikan video serangan tersebut kepada Associated Press.
Video tersebut memperlihatkan pasukan komando Garda Revolusi Iran turun dari helikopter menuju tumpukan kontainer di atas kapal.
Rekaman tersebut terdengar berisi suara awak kapal yang mengatakan: "Jangan keluar." Ia kemudian meminta rekan-rekannya untuk pergi ke ruang kendali kapal saat pasukan komando tambahan turun ke dek.
Salah satu komando terlihat berlutut di depan rekan-rekannya untuk kemungkinan memberikan tembakan perlindungan.
Berdasarkan detail yang diketahui, video tersebut sesuai dengan ciri-ciri kapal MSC Aries.
Helikopter yang digunakan dalam aksi tersebut diduga merupakan helikopter era Soviet Mil Mi-17, sejenis helikopter yang kerap digunakan Garda Revolusi Iran dan pemberontak Houthi dukungan Iran dalam melakukan penyerbuan komando ke kapal-kapal di masa lalu.
Militer Inggris melalui United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan bahwa kapal tersebut "diambil alih oleh otoritas regional" di Teluk Oman dekat Fujairah, Uni Emirat Arab, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
MSC Aries terakhir terlacak berada di lepas pantai Dubai menuju Selat Hormuz pada hari Jumat.
Sistem pelacakan kapal tersebut dimatikan, hal yang umum dilakukan oleh kapal-kapal berafiliasi Israel yang melintasi wilayah tersebut.
Sejak 2019, Iran telah melakukan serangkaian penyitaan dan serangan terhadap kapal di tengah ketegangan yang sedang berlangsung dengan Barat terkait program nuklirnya yang terus berkembang.
Teluk Oman terletak di dekat Selat Hormuz, yaitu pintu masuk sempit Teluk Persia yang menjadi jalur seperlima dari seluruh minyak yang diperdagangkan secara global.
Fujairah, di pantai timur Uni Emirat Arab, adalah pelabuhan utama di kawasan tersebut bagi kapal untuk memuat kargo minyak baru, mengambil persediaan, atau berganti awak kapal.
Sejak 2019, perairan di lepas pantai Fujairah telah mengalami serangkaian ledakan dan pembajakan.(AP)