Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Merendam Jalan Raya, Rumah hingga Bandara Internasional Dubai

Heri Sugiarto • Rabu, 17 April 2024 | 16:11 WIB
Curah hujan tertinggi di UEA memicu banjir yang merendam jalan raya, rumah, pusat perbelanjaan hingga Bandara Internasional Dubai. (Foto: The National News)
Curah hujan tertinggi di UEA memicu banjir yang merendam jalan raya, rumah, pusat perbelanjaan hingga Bandara Internasional Dubai. (Foto: The National News)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Hujan lebat disertai badai melanda Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (16/4/2024) waktu setempat, memicu banjir besar di Dubai dan wilayah sekitarnya. Curah hujan ini adalah yang tertinggi yang tercatat di negara gurun pasir tersebut sejak pencatatan resmi dimulai tahun 1949.

Hujan deras yang turun dalam beberapa jam ini, melumpuhkan infrastruktur penting dan menyebabkan kekacauan.

Hujan mulai mengguyur pada Senin malam (15/4/2024), membasahi gurun pasir dan jalanan Dubai dengan sekitar 20 milimeter air hujan.

Intensitas hujan kemudian meningkat drastis pada Selasa (16/4/2024) sekitar pukul 9 pagi waktu setempat dan terus berlanjut sepanjang hari, menjatuhkan lebih banyak hujan dan es ke kota yang kewalahan.

Dalam 24 jam, Dubai diguyur lebih dari 142 milimeter hujan. Sebagai perbandingan, rata-rata curah hujan tahunan di Bandara Internasional Dubai, yang tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional, hanya sekitar 95 milimeter.

Banjir merendam jalan-jalan utama, menyebabkan kemacetan parah dan memaksa banyak pengemudi meninggalkan kendaraan mereka.

Beberapa kendaraan bahkan tersapu banjir, dan ada laporan tentang orang-orang yang terjebak di dalam kendaraan.

Bandara Internasional Dubai juga tak luput terendam banjir, dengan genangan air terlihat di landasan pacu dan terminal. Akibatnya, penerbangan ditunda dan dibatalkan, serta menyulitkan penumpang untuk mencapai terminal.

Kondisi itu memaksa operator untuk menutup bandara sepenuhnya selama hampir satu jam kemarin. Fasilitas dengan cepat dibuka kembali, tapi jadwal penerbangan menjadi kacau dengan puluhan penerbangan lainnya terganggu.

Pernyataan yang dibagikan operator bandara Dubai di media sosial berbunyi: "Kami menyarankan Anda untuk tidak datang ke bandara, kecuali jika keperluan sangat mendesak. Silakan periksa status penerbangan Anda langsung dengan maskapai Anda. Kami sedang bekerja keras untuk memulihkan operasi secepat mungkin dalam kondisi yang sangat menantang."

Situasi di Bandara Internasional Dubai digambarkan sebagai "kekacauan total" oleh beberapa penumpang yang terjebak.

Akibat keterbatasan transportasi dan banjir yang menggenangi jalan-jalan, banyak penumpang kesulitan mencapai bandara atau pulang ke penginapan mereka.

Pihak bandara mengonfirmasi penghentian kedatangan sekitar pukul 3.30 sore GMT sebelum mengumumkan kembali beroperasi secara bertahap dua jam kemudian.

Pihak berwenang UEA segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini. Truk-truk tangki dikerahkan untuk menyedot air dari jalanan dan bandara, sementara tim penyelamat bekerja untuk membantu warga yang terjebak banjir.

Sekolah-sekolah dan kantor-kantor di seluruh UEA ditutup sebagai tindakan pencegahan. Pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) saat operasi pembersihan terus berlanjut.

Air banjir terlihat mengalir deras melalui pusat perbelanjaan (mal) bawah tanah, sementara pembeli dengan pakaian berjalan menembus air.

Banjir ini menyebabkan kerusakan yang signifikan, meskipun belum ada informasi resmi terkait jumlah kerugian secara keseluruhan.

Di Ras al-Khaimah, daerah paling utara UEA, seorang pria berusia 70 tahun dilaporkan meninggal setelah kendaraannya tersapu banjir.

Hujan lebat ini merupakan kejadian yang tidak biasa di UEA, negara gersang di Semenanjung Arab.

Curah hujan yang tinggi dikaitkan dengan sistem cuaca yang tidak stabil di wilayah tersebut. Kurangnya sistem drainase yang memadai di banyak daerah juga memperparah dampak banjir.

Hujan juga dilaporkan terjadi di negara-negara tetangga UEA, seperti Bahrain, Qatar, dan Arab Saudi. Di Oman, sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah UEA mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. 

Pusat Meteorologi Nasional UEA juga mendesak warga untuk mengambil semua tindakan pencegahan, dan menjauh dari daerah banjir dan genangan air dalam sebuah unggahan di media sosial.

Upaya pemulihan masih terus berlangsung, dan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari untuk kembali normal.

Bandara Internasional Dubai masih belum beroperasi penuh, dan maskapai penerbangan disarankan untuk memeriksa status penerbangan sebelum bepergian.

Pihak Bandara Internasional Dubai pada Rabu pagi (17/4/2024) mengakui bahwa banjir telah menyebabkan opsi transportasi terbatas, dan memengaruhi penerbangan karena awak pesawat tidak bisa mencapai lapangan terbang.

"Pemulihan akan memakan waktu," kata pihak bandara melalui media sosial. "Terima kasih atas kesabaran dan pengertian Anda saat kami mengatasi tantangan ini."(ajz/ap)

Editor : Heri Sugiarto
#bandara internasional dubai #dubai #banjir dubai #uea #uni emirat arab #cuaca dubai #banjir di bandara dubai