Private jet dengan nomor registrasi N400CP tersebut menghilang tak lama setelah lepas landas dari Burlington menuju Providence, Rhode Island pada 27 Januari 1971.
Pilot Donald Myers dan George Nikita bersama penumpang Richard Windsor, Robert Williams, dan Frank Wilder berada di dalam pesawat tersebut.
Meskipun tim pencari telah melakukan upaya pencarian sebanyak 17 kali selama beberapa dekade, bangkai pesawat tersebut tidak pernah ditemukan.
Namun, lokasi jatuhnya pesawat akhirnya terungkap bulan lalu oleh ahli pencarian bawah air Garry Kozak dan tim peneliti.
Kozak mengatakan timnya menggunakan pencitraan sonar untuk memastikan cat khusus pesawat sesuai dengan jet yang hilang. "Dengan semua bukti itu, kami 99% yakin," kata Kozak kepada NBC 10 Boston.
Penemuan bersejarah ini membawa perasaan campur aduk bagi keluarga korban. "Menemukannya sekarang ... ada perasaan damai, namun di saat yang sama juga perasaan sedih," kata Barbara Nikitas, keponakan pilot George Nikita, dalam wawancara dengan The Associated Press, Selasa (10/6/2024).
"Kami tahu apa yang terjadi. Kami telah melihat beberapa foto. Kami sedang berusaha menerima kenyataan ini," imbuhnya.
Frank Wilder, ayah dari Frank Wilder Jr. yang merupakan salah satu penumpang pesawat, turut angkat bicara.
"Selama 53 tahun tidak mengetahui apakah pesawat itu ada di danau atau mungkin di lereng gunung di sekitar sana, sungguh menyiksa," kata Wilder, yang tinggal di luar Philadelphia.
"Sekali lagi, saya merasa lega mengetahui di mana pesawat itu sekarang, tetapi sayangnya hal ini membuka pertanyaan lain dan kami harus mengurusnya sekarang," tambahnya.
Kata Kozak, puing-puing pesawat awalnya ditemukan pada musim semi 1971 di Shelburne Point, Vermont, setelah es mencair dari danau.
Kozak dan tim peneliti adalah yang pertama yang membuat kemajuan signifikan dalam penyelidikan pesawat hilang tersebut sejak 1971.
National Transportation Safety Board (NTSB) mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki informasi yang mereka terima.(*)