Pusat Seismologi Mediterania Eropa (European Mediterranean Seismological Centre/EMSC) menyebutkan, gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 51 kilometer.
Menurut data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS), lokasi gempa berada sekitar 80 kilometer dari kota pesisir Petropavlovsk-Kamchatsky, sebuah kota yang dihuni oleh lebih dari 150.000 penduduk.
Tak lama setelah gempa terjadi, Pusat Peringatan Tsunami Nasional Amerika Serikat (US National Tsunami Warning Centre) mengeluarkan peringatan tsunami.
Dalam peringatannya, disebutkan bahwa gelombang tsunami setinggi hingga satu meter di atas permukaan laut diperkirakan melanda beberapa wilayah pesisir Rusia. Meskipun demikian, dampak dari tsunami ini diperkirakan akan terbatas.
Pusat Peringatan Tsunami Nasional juga menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya korban jiwa akibat gempa ini tergolong rendah.
Namun, guncangan gempa tersebut dapat dirasakan hingga lebih dari 100 kilometer dari episentrum.
Seperti dilansir dari Sky News, wilayah ini memiliki sejarah gempa bumi besar. Pada tahun 1952, gempa bumi dengan magnitudo 9 melanda daerah tersebut dan memicu tsunami besar.
Tragedi ini menjadi salah satu pengingat betapa rentannya wilayah Kamchatka terhadap gempa bumi dan tsunami.
Semenanjung ini terletak pada sabuk seismik aktif yang mengelilingi sebagian besar Samudra Pasifik. Dikenal sebagai "Cincin Api", dan merupakan wilayah lebih dari dua lusin gunung berapi aktif.
Pihak berwenang setempat terus memantau situasi dan mengimbau warga yang berada di area berisiko untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas terkait.(*)
Editor : Heri Sugiarto