Pesawat Boeing 737-800 dengan nomor registrasi 9M-MXN lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Kuala Lumpur pada sore hari, pada 18 Maret 2025. Pesawat membawa 115 penumpang dan 7 awak.
Pada pukul 18:02 waktu setempat pesawat mengirimkan kode darurat 7700 yang merupakan sinyal universal untuk situasi darurat. Alarm kebakaran terdeteksi di area kargo depan pesawat, memicu tindakan darurat dari kru.
Boeing 737-800, langsung diberi izin untuk mendarat, mendarat dengan selamat di Landasan Pacu 32R KLIA pada pukul 18.17, hanya 15 menit setelah panggilan darurat diterima
Setelah mendarat, pesawat diarahkan ke area parkir terpencil untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim pemadam kebakaran dan teknisi.
Alarm kebakaran di area kargo depan menjadi penyebab utama insiden ini.
Sistem pemadam kebakaran otomatis diaktifkan sebagai langkah pencegahan. Hingga saat ini, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan penyebab pasti alarm tersebut.
Semua penumpang dan awak berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa cedera, penumpang dengan penerbangan lanjutan diberikan bantuan oleh pihak maskapai.
Tim pemadam kebakaran dan penyelamat di KLIA segera dikerahkan untuk menangani situasi.
CEO Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM), Norazman Mahmud, pesawat MH720, Boeing 737-800, langsung diberi izin untuk mendarat.
"Kami mengakomodasi pesawat dengan mengizinkannya mendarat sesegera mungkin," kata Norazman kepada Free Malaysia Today (FMT).
Malaysia Airlines menyatakan bahwa keselamatan penumpang dan awak adalah prioritas utama mereka.
Ini adalah insiden kedua dalam beberapa hari terakhir yang melibatkan Malaysia Airlines. Sebelumnya, penerbangan MH705 dari Manila ke Kuala Lumpur juga mengalami masalah mesin dan harus kembali ke Manila.
Malaysia Airlines menegaskan komitmennya untuk memastikan standar keselamatan tertinggi di semua penerbangan mereka.(*)
Editor : Hendra Efison