PADEK.JAWAPOS.COM-Bulan lalu dunia menyaksikan bagaimana film yang disutradarai Hamdan Ballal bersama tiga koleganya, No Other Land, memenangi Oscar untuk kategori film dokumenter. Tapi, kemarin (25/3) giliran dunia juga menyaksikan bagaimana Israel menyerang dan menangkapnya.
Mengutip AFP, sekitar 15 pemukim bersenjata menyerang rumah Ballal di Desa Susya, Masafer Yatta, Tepi Barat, serta merusak properti dan menyebabkan cedera padanya. Menurut lima aktivis Yahudi Amerika yang menyaksikan kejadian tersebut, serangan itu berlangsung brutal.
Sekelompok tentara yang tiba di tempat kejadian bersama pemukim berpakaian seragam militer mengejar Ballal ke kediaman pria yang menyutradarai No Other Land bersama Basel Adra, Yuval Abraham, dan Rachel Szor itu.
“Hamdan mencoba melindungi keluarganya, tetapi para pemukim menyerangnya. Tentara mulai menembak ke udara untuk mencegah siapa pun menolong Hamdan,” ujar Basel Adra.
Adra juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa meningkatnya kekerasan pemukim mungkin merupakan respons terhadap pengakuan internasional yang diperoleh film dokumenter yang mereka sutradarai.
Film yang dibuat antara 2019 dan 2023 itu memperlihatkan kehancuran komunitas Palestina di Tepi Barat akibat pendudukan Israel.
“Warga Palestina di desa ini hampir setiap hari diserang secara fisik oleh para pemukim. Kekerasan semakin meningkat. Mungkin ini balas dendam atas film dan Oscar,” katanya seperti dikutip The Guardian.
Sutradara No Other Land lainnya yang berkebangsaan Israel, Yuval Abraham, turut menyuarakan keprihatinannya terkait nasib Ballal setelah penangkapannya.
“Mereka memukulinya, menyebabkan luka di kepala dan perutnya, dan dia berdarah. Tentara menyerbu ambulans yang dia panggil dan membawanya. Sejak saat itu, tidak ada tanda-tanda keberadaannya,” tulisnya di platform X.
Hingga berita ini selesai ditulis pukul 21.00 tadi malam WIB, belum ada keterangan resmi dari pihak Israel mengenai status Ballal setelah ditahan. Insiden ini bukan pertama kalinya para sutradara dan kru No Other Land menjadi target serangan.
Pada Februari lalu, Basel Adra juga mengalami serangan serupa ketika dia dikepung dan diserang oleh pemukim bertopeng di Tepi Barat. (lai/ttg/jpg)
Editor : Novitri Selvia