Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan M7,6, yang tergolong sebagai gempa ganda (doublet) dengan gempa susulan M7,2 yang terjadi 11 menit kemudian.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa episentrum gempa berada pada koordinat 21,76° LU; 95,83° BT dengan kedalaman 10 km.
"Gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Besar Sagaing dengan mekanisme geser (strike-slip),” jelasnya.
Bangunan Roboh dan Warga Panik
Gempa kuat ini tidak hanya mengguncang Myanmar, tetapi juga dirasakan hingga Thailand dan China.
Di Myanmar, pusat gempa berada di sekitar Mandalay, dengan skala intensitas maksimum VIII-IX MMI, yang menunjukkan tingkat kerusakan berat.
Laporan awal menyebutkan beberapa bangunan bertingkat roboh atau ambruk di Myanmar dan Thailand.
Getaran yang kuat menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar dari gedung-gedung tinggi.
Di Bangkok, Thailand, guncangan terasa cukup kuat. Penghuni apartemen dan tamu hotel bertingkat tinggi berlarian keluar bangunan.
Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa air di kolam renang gedung tinggi bergejolak akibat getaran.
Salah satu insiden yang menjadi perhatian adalah runtuhnya gedung pencakar langit yang sedang dibangun di Bangkok, yang viral di media sosial setelah gempa mengguncang.
Mengapa Bangkok Ikut Terdampak?
Meskipun pusat gempa berada di Myanmar, Bangkok turut mengalami guncangan signifikan.
Menurut Daryono, fenomena ini disebut Vibrasi Periode Panjang (Long Vibration Period), di mana gelombang gempa dari lokasi jauh dipicu oleh tanah lunak.
Tanah lunak yang tebal di Bangkok merespons gelombang seismik dari Myanmar dan membentuk resonansi, yang dapat memperbesar getaran pada bangunan tinggi.
"Hal ini menyebabkan risiko kerusakan pada gedung pencakar langit, meskipun pusat gempa berjarak lebih dari 1.400 km," tambahnya.
Gempa ini tergolong dangkal, sehingga memiliki potensi kerusakan yang lebih besar.
Hingga saat ini, otoritas setempat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban dan tingkat kerusakan lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.(*)
Editor : Heri Sugiarto