Kapal selam tersebut membawa 45 penumpang, termasuk turis asing dari berbagai negara, seperti Rusia dan Mesir.
Tim darurat berhasil menyelamatkan 38 orang dari kapal selam yang tenggelam. 14 korban luka-luka segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis, dan 24 orang dibawa kembali ke hotel mereka.
Menurut informasi 6 orang tewas, termasuk 5 warga Rusia dan 1 warga Mesir, sementara sebagian besar penumpang berhasil diselamatkan oleh tim darurat.
Kapal selam ini beroperasi di dekat Hotel Marriott Hurghada, menawarkan eksplorasi bawah laut untuk melihat terumbu karang Laut Merah. Kapal ini tenggelam sekitar 1 kilometer dari pantai.
Ini merupakan salah satu dari sedikit kapal wisata di wilayah tersebut yang memungkinkan turis menikmati keindahan bawah laut tanpa harus menyelam.
Laut Merah dikenal sebagai destinasi populer bagi wisatawan karena terumbu karangnya yang indah dan ekosistem laut yang kaya.
Diketahui Kapal selam tersebut membawa 45 penumpang yang diduga melebihi kapasitas aman.
Ada indikasi bahwa kapal mengalami kerusakan mekanis saat beroperasi. Kondisi laut yang tidak stabil juga disebut sebagai salah satu faktor yang memperburuk situasi.
Kapal selam ini dirancang untuk eksplorasi bawah laut hingga kedalaman 25 meter, tetapi tidak memiliki sistem keselamatan yang memadai untuk menghadapi situasi darurat.
Pihak berwenang Mesir sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan. Pemerintah setempat juga memeriksa standar keselamatan kapal wisata di wilayah tersebut.
Kedutaan Besar Rusia di Kairo memberikan bantuan kepada warga negaranya yang menjadi korban dalam insiden ini.
Pemerintah setempat berencana untuk memperketat regulasi terkait operasional kapal wisata di laut merah untuk mencegah insiden serupa.(*)
Editor : Hendra Efison