Pertemuan ini berlangsung dalam suasana Idul Fitri, dan membahas sejumlah isu penting yang berdampak pada kawasan ASEAN.
Diskusi utama mereka berfokus pada kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Kebijakan ini menetapkan tarif hingga 32% untuk ekspor Indonesia ke AS dan 24% untuk Malaysia, serta tarif tinggi untuk negara-negara ASEAN lainnya.
Kedua pemimpin sepakat untuk mencari solusi bersama melalui koordinasi ASEAN guna mengurangi dampak negatif kebijakan tersebut.
Presiden Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, telah memberikan tanggapan terkait kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Tanggapan Anwar Ibrahim :
Dalam pernyataannya Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa pemerintah Malaysia tidak memperkirakan terjadinya resesi dari kebijakan tarif baru Trump.
Namun, Perdana Menteri Malaysia mengatakan bahwa ia menganggap tarif yang diumumkan baru-baru ini sebagai “ancaman besar” terhadap sistem perdagangan dan investasi global saat ini.
Anwar mengakui bahwa kebijakan ini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Malaysia, yang sebelumnya diproyeksikan sebesar 4,5%-5,5% untuk tahun 2025.
Namun, ia optimis bahwa Malaysia dapat menghadapi tantangan ini dengan kekuatan ekonomi domestik yang solid.
Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Anwar Ibrahim berkomitmen untuk mengoordinasikan respons kolektif negara-negara ASEAN terhadap kebijakan ini.
Ia menekankan pentingnya dialog konstruktif dengan AS untuk melindungi akses pasar dan kepercayaan investor.
Tanggapan Presiden Prabowo :
Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi domestik Indonesia melalui diversifikasi pasar ekspor dan percepatan hilirisasi sumber daya alam.
Dalam pertemuan dengan Anwar, Prabowo mendukung langkah koordinasi ASEAN untuk menghadapi kebijakan ini secara kolektif. Ia juga menekankan pentingnya solidaritas regional dalam menghadapi tantangan global.
Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan terus berdialog dengan AS untuk mencari solusi yang saling menguntungkan, sambil tetap melindungi kepentingan nasional.
berpedoman pada kepentingan strategis bersama, semua anggota ASEAN menekankan bahwa tidak berniat untuk mengenakan tarif pembalasan terhadap AS dan sebaliknya akan bernegosiasi dan melibatkan AS.
Kedua pemimpin ini sepakat bahwa kebijakan tarif baru AS memerlukan respons yang terkoordinasi dari negara-negara ASEAN. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi domestik sambil terus berdialog dengan AS untuk mengurangi dampak negatif kebijakan tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison