Menurut United States Geological Survey (USGS), pusat gempa berada di bawah laut, sekitar 219 kilometer selatan Kota Ushuaia, Argentina.
Meski getarannya terasa hingga ke kota tersebut, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa.
Pemerintah Chile, melalui Layanan Nasional Pencegahan dan Tanggapan terhadap Bencana (SENAPRED), segera mengeluarkan perintah evakuasi untuk seluruh pesisir Selat Magellan serta wilayah pesisir di Teritori Antartika Chile.
“Karena adanya peringatan tsunami, evakuasi ke zona aman diperintahkan untuk sektor pesisir di wilayah Magallanes,” tulis SENAPRED dalam pesan publik seperti dilansir ABC News.
Presiden Chile Gabriel Boric menyampaikan melalui platform X bahwa seluruh sumber daya negara telah disiapkan untuk menghadapi potensi keadaan darurat.
“Kami menyerukan evakuasi pesisir di seluruh wilayah Magallanes. Tugas kita saat ini adalah bersiap dan mengikuti arahan otoritas,” tulisnya.
Di Kota Punta Arenas, yang terletak di Patagonia Chile dan berbatasan langsung dengan Selat Magellan, warga terlihat memenuhi jalanan untuk mencari tempat perlindungan.
Siaran televisi lokal menunjukkan warga membawa tas dan perlengkapan penting. Meski demikian, proses evakuasi berlangsung tertib dan tanpa kepanikan.
“Kami menerima peringatan dan harus segera mengevakuasi kantor, tapi semua orang tetap tenang dan siap,” ujar Roberto Ramírez kepada saluran 24 Horas.
Layanan Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut Chile (SHOA) memperingatkan bahwa gelombang tsunami berpotensi mencapai wilayah Antartika dalam satu jam, dan bisa memerlukan waktu hingga 12 jam untuk menjangkau lokasi yang lebih jauh.
Sementara itu, di Kota Ushuaia, Argentina — kota paling selatan di dunia — pemerintah setempat menangguhkan seluruh aktivitas perairan dan navigasi di Kanal Beagle setidaknya selama tiga jam.
Baca Juga: Curahan Hati Pangeran Harry yang Ingin Rekonsiliasi dengan Keluarga Kerajaan dan Rindu Inggris
“Gempa terasa kuat di Kota Ushuaia dan lebih ringan di kota-kota lain di provinsi ini. Dalam situasi seperti ini, penting untuk tetap tenang,” ujar pernyataan resmi pemerintah provinsi.(*)
Editor : Heri Sugiarto