Ia menyoroti buruknya manajemen transportasi dan akomodasi yang menyebabkan ribuan jamaah, termasuk lansia, terlantar saat menjalani prosesi melempar jumrah di Mina.
Pernyataan ini disampaikan H. Arisal Aziz langsung dari Mekah pada Selasa (10/6/2025) melalui sambungan telepon.
“Pemerintah melalui Kemenag dalam hal ini penyelenggara ibadah haji harus dievaluasi secara menyeluruh. Kami sangat menyesalkan dan sedih melihat adanya jamaah yang telantar saat melempar jumrah,” kata Arisal.
Ia mengungkapkan bahwa ribuan jamaah terpaksa berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina akibat kemacetan parah dan minimnya kendaraan yang tersedia.
Setibanya di Mina, mereka kembali mengalami kendala karena tidak tersedianya tenda yang cukup untuk beristirahat.
“Ribuan jamaah dilaporkan harus berjalan kaki karena kemacetan parah dan kurangnya transportasi yang memadai. Sesampainya di Mina pun, banyak yang kesulitan mendapatkan tenda untuk beristirahat,” jelasnya.
Arisal menyebut bahwa banyak jamaah lanjut usia menjadi korban keterlambatan distribusi kendaraan.
Ia menilai hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian antara kuota kloter dan jumlah kendaraan yang disiapkan pemerintah.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terus terjadi. Terlebih yang terlantar adalah jamaah haji yang lansia. Mereka terlambat memperoleh akses transportasi. Keterlambatan ini disebabkan oleh ketidaksesuaian jumlah kendaraan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Menurutnya, sistem logistik dan akomodasi dalam penyelenggaraan haji tahun ini perlu dievaluasi secara total, mengingat banyaknya jamaah yang tidak mendapatkan tempat layak untuk beristirahat.
“Jamaah yang tak terangkut bus terpaksa berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina dalam kondisi berdesakan dan kelelahan,” tambah Arisal.
Ironisnya, di Mina, sebagian jamaah terpaksa beristirahat di pinggir jalan, trotoar, bahkan tempat terbuka karena tidak mendapat tempat di dalam tenda.
Melihat kondisi ini, Arisal mendesak perbaikan sistem logistik dan akomodasi secara menyeluruh, serta meminta pemerintah agar menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi serius demi keselamatan dan kenyamanan jamaah haji di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Agama belum memberikan keterangan resmi terkait insiden keterlambatan transportasi dan kurangnya tenda di Mina.(*)
Editor : Hendra Efison