Berdasarkan informasi dari Air India, pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Ahmedabad menuju Bandara Gatwick, London.
"Penerbangan AI171, rute Ahmedabad-London Gatwick, mengalami insiden hari ini, 12 Juni 2025. Saat ini kami sedang memastikan detail kejadian dan akan membagikan pembaruan melalui situs web serta akun X resmi kami," demikian pernyataan resmi Air India seperti dilansir Hindustan Times.
Direktur Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA), Faiz Ahmed Kidwai, menyatakan bahwa pesawat lepas landas pada pukul 13.38 waktu setempat dan mengalami kecelakaan dalam waktu lima menit setelah mengudara.
Pesawat itu berada di bawah komando Kapten Sumeet Sabharwal dengan Perwira Pertama Clive Kundar.
Visual dari kantor berita PTI memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari area bandara.
Menurut laporan awal Times of India, pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan jenis Boeing 787 Dreamliner, berkapasitas sekitar 300 orang. Saat kejadian, pesawat membawa 242 orang yang terdiri dari 230 penumpang, 2 pilot dan 10 awak kabin.
Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, telah berkomunikasi dengan Ketua Menteri Gujarat, Bhupendra Patel, Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Gujarat, serta Komisaris Polisi Ahmedabad untuk mengoordinasikan penanganan insiden. Pemerintah Pusat juga telah menjanjikan bantuan penuh.
Akibat insiden ini, Bandara Ahmedabad sementara ditutup. Beberapa mobil pemadam kebakaran dan ambulan telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Menteri Penerbangan Sipil India, Ram Mohan Naidu, menyatakan bahwa dirinya terkejut dan sangat berduka atas kejadian ini.
“Kami dalam status siaga tertinggi. Saya secara pribadi memantau situasi ini dan telah menginstruksikan seluruh badan penerbangan serta tim tanggap darurat untuk bertindak cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
Naidu menambahkan bahwa tim penyelamat telah dikerahkan, dan upaya tengah dilakukan untuk memastikan bantuan medis serta logistik darurat segera dikirim ke lokasi.
“Doa dan pikiran saya bersama semua orang di dalam pesawat serta keluarga mereka,” tambahnya.
Pemeriksaan lebih lanjut oleh otoritas penerbangan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab kecelakaan.(*)
Editor : Heri Sugiarto