Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Enam Ilmuwan Nuklir dan Tiga Jenderal Iran Tewas dalam Serangan Israel

Heri Sugiarto • Sabtu, 14 Juni 2025 | 00:02 WIB

Serangan Israel menghantam fasilitas penyimpanan rudal balistik di Kermanshah, Iran. (Foto: Al Jazeera)
Serangan Israel menghantam fasilitas penyimpanan rudal balistik di Kermanshah, Iran. (Foto: Al Jazeera)
PADEK.JAWAPOS.COM-Serangan udara besar-besaran yang diluncurkan Israel ke sejumlah fasilitas nuklir dan militer di Iran pada Jumat (13/6) telah menewaskan enam ilmuwan nuklir Iran, termasuk dua tokoh kunci dalam program nuklir negara tersebut.

Serangan juga menghantam berbagai infrastruktur penting serta kota-kota besar di Iran, memicu ketegangan global dan ancaman balasan dari Teheran.

Militer Israel menyebut lebih dari 200 jet tempur Angkatan Udara menyerang lebih dari 100 target di berbagai wilayah Iran, termasuk fasilitas utama pengayaan uranium di Natanz. Operasi ini disebut sebagai bagian dari “Operation Rising Lion”.

Menurut militer Israel, fasilitas bawah tanah Natanz yang berisi ruang pengayaan multilevel, sistem kelistrikan, dan sentrifugal diserang secara langsung.

“Infrastruktur vital yang memungkinkan kelangsungan program senjata nuklir Iran telah dihancurkan,” demikian pernyataan resmi, seperti dilansir dari Al Jazeera.

Enam Ilmuwan Nuklir dan Jenderal Tewas

Enam ilmuwan dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Dua di antaranya merupakan figur penting dalam pengembangan teknologi nuklir Iran.

Ilmuwan tersebut adalah, Mohammad Mehdi Tehranchi, Fereydoun Abbasi, Abdolhamid Minouchehr, Ahmad Reza Zolfaghari, Amir Hossein Faghihi serta Motallebzadeh beserta istri.

Selain itu, tiga pejabat tinggi militer Iran juga dinyatakan tewas. Yakni Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hossein Salami, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri, dan Mayor Jenderal Gholamali Rashid, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya.

 

Respons Iran dan Ancaman Balasan

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam serangan itu sebagai “kejahatan besar” dan memperingatkan bahwa Israel “harus bersiap menerima hukuman yang berat”.

Khamenei menegaskan bahwa pembunuhan terhadap enam ilmuwan nuklir dan beberapa komandan tinggi militer tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, sebelumnya juga memperingatkan bahwa Israel akan membayar “harga mahal”.

Selain itu, Iran dilaporkan meluncurkan sekitar 100 drone ke arah Israel sebagai respons awal terhadap serangan tersebut. Militer Israel mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara sedang bekerja untuk mencegat drone-drone tersebut.

Serangan Berlanjut

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan operasi militer terhadap Iran akan terus berlangsung “selama diperlukan” demi menghilangkan ancaman terhadap “kelangsungan hidup Israel”.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan tersebut dan memperingatkan Iran untuk tidak menyerang basis militer AS di wilayah Timur Tengah.

Sebelumnya, AS telah mengevakuasi sebagian personel dari kedutaannya di Irak dan memberi izin keberangkatan sukarela bagi keluarga staf diplomatik di beberapa lokasi lain di kawasan, menyusul meningkatnya risiko keamanan.

Laporan IAEA dan Kondisi Fasilitas Nuklir

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan tidak ada peningkatan radiasi di fasilitas Natanz usai serangan.

Lembaga itu juga menyatakan belum menerima laporan kerusakan di fasilitas nuklir besar lain seperti pusat teknologi nuklir di Isfahan, PLTN Bushehr, dan pabrik pengayaan di Fordow.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Teheran #ayatollah ali khamenei #Natanz #benjamin netanyahu #Israel #Operation Rising Lion #ilmuwan nuklir Iran #iran #program nuklir iran #Perang Israel Iran #Marco Rubio #Iran ancam balas #israel serang iran #serangan israel