Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Iran Balas Serangan Israel dengan Ratusan Rudal, DK PBB Gelar Sidang Darurat

Heri Sugiarto • Sabtu, 14 Juni 2025 | 03:30 WIB

Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel pada Jumat (13/6/2025). (Tangkapan layar video/ Al Jazeera)
Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel pada Jumat (13/6/2025). (Tangkapan layar video/ Al Jazeera)
PADEK.JAWAPOS.COM-Iran meluncurkan rudal balistik ke wilayah Israel pada Jumat (13/6/2025), sebagai balasan atas serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir dan sejumlah pejabat militer senior Iran.

Sirene serangan udara berbunyi di berbagai kota, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem, disertai ledakan keras dan kepulan asap tebal.

Serangan ini merupakan aksi balasan atas serangan Israel sebelumnya terhadap fasilitas nuklir dan pemimpin militer Iran.

Serangan ini memicu eskalasi besar dalam konflik kedua negara dan meningkatkan risiko perang terbuka di Timur Tengah.

Ledakan dilaporkan terdengar menggema di Yerusalem, sementara siaran televisi Israel menampilkan kepulan asap yang membubung di langit Tel Aviv usai serangan.

Militer Israel melaporkan bahwa puluhan rudal telah diluncurkan, dan memerintahkan seluruh warga untuk segera berlindung di tempat perlindungan.

Beberapa rudal Iran juga dilaporkan terlihat dari Beirut, Lebanon, meluncur seperti komet dengan ekor kuning menyala.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan rudal-rudal tersebut melintasi langit Kota Tua Yerusalem dengan kecepatan tinggi.

Jurnalis Associated Press yang berada di lokasi melaporkan suara ledakan terdengar seperti badai petir.

Di Tel Aviv, video lain menunjukkan sistem pertahanan udara Israel menembakkan roket intersep ke langit malam, menimbulkan jejak asap putih dan beberapa bola api kuning saat terjadi benturan di udara.

Beberapa rudal Iran dilaporkan jatuh dan meledak di berbagai titik kota, memunculkan kilatan oranye yang menerangi cakrawala Tel Aviv.

Layanan ambulans nasional Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan sedikitnya 21 orang terluka akibat hantaman rudal Iran di berbagai lokasi. Dua di antaranya mengalami luka serius setelah terjebak di dalam sebuah bangunan yang runtuh di wilayah metropolitan Tel Aviv.

Sumber-sumber regional mengatakan kepada jurnalis Fox News, Jennifer Griffin bahwa Iran meluncurkan sekitar 100 rudal balistik: 5 hingga 7 dilaporkan menembus pertahanan rudal Israel.

“Kami bisa melihat rudal balistik menghantam tanah. Ini adalah serangan langsung terhadap Tel Aviv, kota terbesar kedua di Israel,” kata Trey Yingst kepala koresponden luar negeri Fox News.

Serangan Balasan Iran ke Israel

Sebelumnya, Israel melancarkan gelombang serangan terhadap fasilitas nuklir dan situs militer Iran, menewaskan setidaknya tiga komandan tinggi militer.

Serangan ini disebut-sebut sebagai yang paling signifikan terhadap Iran sejak perang dengan Irak pada 1980-an.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran diberi nama Operation Rising Lion. Ia menyebut tujuan serangan tersebut adalah untuk menghentikan ancaman nuklir dan rudal balistik Iran.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam pernyataan yang disiarkan saat rudal sedang diluncurkan, menegaskan bahwa serangan balasan Iran akan terus dilakukan.

Khamenei menegaskan bahwa Israel telah memulai perang dan tidak akan dibiarkan melakukan serangan “hit and run” tanpa konsekuensi besar.

"Jangan berpikir bahwa mereka menyerang lalu selesai. Tidak. Mereka memulai perang ini. Kami tidak akan membiarkan mereka lolos dari kejahatan besar ini," ujar Khamenei dalam pidatonya kepada rakyat Iran, seperti dilansir AP.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menegaskan bahwa Iran tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir.

“Republik Islam Iran selalu menyatakan bahwa kami tidak berniat memiliki senjata nuklir, dan kami siap memberikan jaminan kepada otoritas internasional yang berwenang terkait hal ini,” ujar Pezeshkian, menurut pernyataan dari Kepresidenan Iran.

Sidang Darurat DK PBB

Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar sidang darurat di Markas Besar PBB di New York untuk membahas serangan Israel dan Iran serta situasi terbaru yang berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas. Namun, belum ada hasil resmi yang diumumkan.

Wakil Sekjen PBB untuk urusan politik, Rosemary DiCarlo, memperingatkan bahwa dampak dari serangan tersebut telah terasa secara luas.

“Saya menegaskan kembali kecaman Sekretaris Jenderal terhadap segala bentuk eskalasi militer di Timur Tengah,” kata DiCarlo.

Pihaknya mendesak Israel dan Iran untuk menahan diri secara maksimal dan menghindari dengan segala cara agar tidak terjerumus ke dalam konflik regional yang lebih dalam dan lebih luas.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#perang timur tengah #ayatollah ali khamenei #benjamin netanyahu #Israel #serangan iran ke israel #iran #Breaking News Perang Iran Israel #tel aviv