Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Akusekijima Jepang Dievakuasi Setelah Diguncang 1.139 Gempa

Heri Sugiarto • Jumat, 4 Juli 2025 | 16:58 WIB

Ratusan warga desa Toshima di Pulau Akusekijima, Prefektur Kagoshima, Jepang dievakuasi. (Foto: NHK)
Ratusan warga desa Toshima di Pulau Akusekijima, Prefektur Kagoshima, Jepang dievakuasi. (Foto: NHK)
PADEK.JAWAPOS.COM-Ratusan warga desa Toshima di Pulau Akusekijima, Prefektur Kagoshima, mulai dievakuasi pada Jumat (4/7/2025) pagi setelah serangkaian gempa kuat mengguncang wilayah tersebut selama lebih dari dua pekan terakhir.

Dilansir dari NHK, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat, gempa yang terjadi Kamis sore dengan intensitas lower-6 adalah yang paling kuat yang pernah tercatat di wilayah tersebut sejak data seismik tersedia pada 1919.

Akusekijima merupakan bagian dari Kepulauan Tokara. Gempa dengan magnitudo awal 5,5 itu terjadi di dekat gugusan pulau tersebut pada kedalaman 20 kilometer.

Sejak 21 Juni, aktivitas seismik meningkat tajam di sekitar Pulau Akusekijima dan Kodakarajima—pulau lain yang termasuk dalam wilayah Desa Toshima.

Hingga pukul 04.00 waktu setempat pada Jumat pagi, tercatat 1.139 gempa dengan intensitas 1 atau lebih telah terjadi di kawasan tersebut.

Warga dievakuasi menggunakan kapal menuju Pelabuhan Kagoshima, tempat mereka akan mengungsi sementara di fasilitas penampungan yang disiapkan pemerintah daerah.

Kapal diperkirakan tiba pada Jumat malam, dan evakuasi direncanakan berlangsung sekitar satu pekan, tergantung perkembangan aktivitas gempa.

JMA mengimbau warga di desa kepulauan Toshima untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dengan intensitas hingga lower-6 serta curah hujan yang dapat menyebabkan tanah longsor dan merusak permukiman.

Karena kondisi tanah yang diperkirakan telah melonggar akibat gempa, risiko longsor dinilai lebih tinggi dari biasanya.

Sebagai langkah antisipasi, JMA akan menurunkan ambang batas pengeluaran peringatan hujan deras dan potensi longsor hingga 30 persen dari standar normal untuk wilayah Toshima.

Pejabat badan meteorologi menegaskan bahwa mereka belum dapat memperkirakan kapan rangkaian gempa ini akan berakhir.

“Saya sangat ketakutan, langsung memeluk anak saya,” ujar seorang ibu warga setempat. “Masih banyak anak-anak dan pelajar di pulau ini. Saya khawatir dengan mereka.”

Seorang perempuan lainnya menambahkan, “Ini pertama kalinya saya melihat tiang listrik dan pembatas jalan berguncang. Sangat mengejutkan. Sekarang saya lega bisa tidur tanpa rasa takut.”

Pemerintah Jepang dan otoritas lokal terus memantau situasi serta menyalurkan bantuan darurat dan logistik untuk warga terdampak, sambil mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan dan bencana ikutan lainnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Gempa Toshima #Prefektur Kagoshima #Evakuasi Gempa #gempa #Tokara Islands #gempa jepang #Akusekijima Jepang