Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Konflik Thailand-Kamboja Meletus, Anwar Ibrahim Kirim Pesan ke Kedua PM

Heri Sugiarto • Kamis, 24 Juli 2025 | 20:06 WIB

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang juga Ketua ASEAN. (Foto: Instagram @anwaribrahim_may)
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang juga Ketua ASEAN. (Foto: Instagram @anwaribrahim_may)
PADEK-JAWAPOS.COM-Konflik bersenjata kembali meletus di perbatasan Thailand dan Kamboja, Kamis (24/7/2025), menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya. Bentrokan terjadi di dekat kompleks Candi Ta Moan Thom.

Militer Thailand menyebut insiden bermula pukul 07.35 pagi saat pasukan penjaga kuil mendeteksi drone Kamboja di wilayah mereka.

Enam tentara bersenjata Kamboja, salah satunya membawa peluncur granat (RPG), mendekati pagar kawat berduri di depan pos Thailand.

Sekitar pukul 08.20, pasukan Kamboja melepaskan tembakan ke arah pos Thailand yang hanya berjarak 200 meter.

Thailand menuduh serangan Kamboja menyasar warga sipil. Dua roket BM-21 dilaporkan menghantam kawasan permukiman di Distrik Kap Choeng, Provinsi Surin.

Sebagai balasan, enam jet tempur F-16 dikerahkan dari Ubon Ratchathani dan menyerang dua target militer Kamboja.

Korban dan Evakuasi

Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin, mengonfirmasi 12 korban tewas, terdiri dari 11 warga sipil termasuk seorang anak, dan satu tentara. Sebanyak 24 warga sipil dan tujuh personel militer lainnya mengalami luka-luka.

Pemerintah Thailand menutup seluruh pos lintas batas dan mengevakuasi warga dari wilayah terdampak.

Kedutaan Thailand di Phnom Penh juga mengimbau warganya untuk segera pulang jika tak memiliki alasan mendesak.

Respons Kamboja dan ASEAN

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, menyebut Thailand sebagai pihak yang lebih dulu melancarkan serangan. Menurutnya, pasukan Kamboja hanya bertindak dalam rangka membela diri sesuai hukum internasional.

Kamboja mengklaim jet tempur Thailand menjatuhkan dua bom ke jalan utama. Perdana Menteri Hun Manet telah meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Ia juga mengimbau rakyat Kamboja tidak melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga, bisnis, dan kedutaan Thailand di Kamboja.

ASEAN Prihatin

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang juga Ketua ASEAN, menyatakan keprihatinan mendalam. “Saya telah mengirim pesan kepada kedua perdana menteri dan berharap dapat berbicara dengan mereka hari ini atau malam ini,” ujarnya kepada wartawan.

Anwar menyerukan kedua pihak agar menahan diri dan segera masuk ke jalur perundingan. “Paling tidak, kita berharap mereka menghentikan konflik dan membuka ruang dialog,” tegasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#anwar ibrahim #perang Thailand dan Kamboja #konflik perbatasan thailand kamboja #kekuatan militer Thailand Kamboja #korban konflik Thailand Kamboja