Dalam pidatonya, Macron menegaskan bahwa saat ini adalah momentum untuk menghentikan perang, membebaskan sandera, serta menghentikan penderitaan warga sipil akibat perang di Gaza.
“Kita berkumpul di sini karena waktunya telah tiba. Waktunya untuk membebaskan para sandera, waktunya untuk menghentikan perang, pembantaian, dan gelombang pengungsian. Waktu untuk perdamaian telah tiba,” ujar Macron di hadapan para pemimpin dunia.
Macron mengatakan bahwa kesempatan menuju perdamaian semakin sempit.
“Kita hanya tinggal beberapa saat lagi sebelum tidak mampu lagi meraih perdamaian. Itulah alasan kita berkumpul di sini,” katanya pada konferensi yang dihadiri Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dalam pernyataan tegasnya, Macron menekankan bahwa tanggung jawab besar kini berada di tangan komunitas internasional untuk menjaga kemungkinan solusi dua negara Palestina dan Israel.
Ia menegaskan bahwa jalan menuju perdamaian harus segera ditempuh.
“Ini alasan mengapa hari ini, di ruangan ini, kita harus membuka jalan menuju perdamaian. Tanggung jawab ada pada kita untuk melakukan segala hal demi menjaga peluang solusi dua negara,” ucap Macron.
Di hadapan Sidang Umum PBB, Macron mengumumkan keputusan bersejarah Prancis. “Hari ini, saya menyatakan bahwa Prancis mengakui Negara Palestina,” tegasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto