Melalui pernyataannya di platform Truth Social pada Minggu (5/10/2025), Trump mengatakan telah berlangsung pembicaraan yang “sangat positif” dengan Hamas serta negara-negara dari dunia Arab, Muslim, dan lainnya untuk membebaskan para sandera, mengakhiri perang di Gaza, dan mendorong perdamaian di Timur Tengah.
“Tim teknis akan kembali bertemu pada Senin di Mesir untuk membahas dan memperjelas rincian akhir. Saya diberi tahu bahwa fase pertama seharusnya dapat diselesaikan minggu ini, dan saya meminta semua pihak untuk bergerak cepat. Waktu sangat penting, atau pertumpahan darah besar akan menyusul—sesuatu yang tidak diinginkan siapa pun,” tulis Trump.
Pembicaraan ini dipandang sebagai bagian dari upaya diplomatik yang melibatkan mediator dari Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Delegasi Hamas dipimpin oleh Khalil al-Hayya, kepala tim perunding kelompok tersebut, yang sebelumnya disebut berada dalam daftar target serangan udara Israel di Doha, Qatar.
Sementara itu, serangan udara Israel ke Jalur Gaza terus berlanjut. Al Jazeera melaporkan sedikitnya 24 warga Palestina tewas pada Minggu (5/10/2025), sebelum pertemuan di Mesir dimulai.
Sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya 67.139 orang dan melukai 169.583 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Ribuan korban lainnya diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Sementara itu, pihak Israel menyebut 1.139 orang tewas dan sekitar 200 orang disandera dalam serangan Hamas pada awal konflik tersebut.
Baca Juga: Smart Surau Padang Resmi Dimulai: Siswa SD-SMP Ramai-ramai Ikuti Subuh Mubarakah
Pertemuan di Mesir yang dimediasi AS, Qatar, dan Mesir ini disebut menjadi upaya terbaru untuk menghentikan eskalasi kekerasan yang telah menimbulkan krisis kemanusiaan paling parah di Gaza dalam dua tahun terakhir.(*)
Editor : Heri Sugiarto