Trump menyampaikan pengumuman itu melalui platform media sosialnya, Truth Social, dengan menyebut kesepakatan ini sebagai “hari besar bagi dunia Arab, dunia Muslim, Israel, negara-negara sekitar, dan Amerika Serikat”.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki atas peran penting mereka dalam mencapai kesepakatan bersejarah ini. "Berbahagialah para pembawa damai,” tulis Trump, Kamis (9/10/2025).
Dengan adanya kesepakatan tersebut, kata Trump, semua sandera akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang telah disepakati sebagai langkah awal menuju perdamaian yang kuat, tahan lama, dan abadi.
Dalam wawancara di Fox News bersama Sean Hannity, Trump menambahkan bahwa setelah fase pertama diselesaikan, Gaza akan dibangun kembali dengan dukungan negara-negara kawasan.
“Gaza akan menjadi tempat yang lebih aman, dan negara-negara di sekitar akan membantu rekonstruksi karena mereka memiliki kekayaan besar dan ingin melihat perdamaian terwujud,” ujarnya.
Qatar dan Hamas Konfirmasi Kesepakatan
Qatar sebagai mediator utama dalam perundingan gencatan senjata, mengonfirmasi bahwa semua ketentuan dan mekanisme pelaksanaan fase pertama telah disepakati oleh kedua pihak.
Sementara itu, Hamas melalui pernyataan resmi menyebut perjanjian tersebut mencakup penghentian perang di Gaza, penarikan pasukan Israel, masuknya bantuan kemanusiaan, serta pertukaran tahanan.
Netanyahu: “Hari Besar bagi Israel”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akan menggelar rapat kabinet pada Kamis untuk menyetujui kesepakatan tersebut. “Ini adalah hari besar bagi Israel,” ujarnya dalam pernyataan singkat.
Perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 67.183 orang Palestina dan melukai 169.841 lainnya.
Baca Juga: Stadion Emirates bakal Direnovasi, Tiru Bernabeu, Mengungsi ke Wembley
Ribuan korban diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan. Di pihak Israel, 1.139 orang tewas dalam serangan 7 Oktober 2023, dan sekitar 200 orang disandera oleh kelompok Hamas.(*)
Editor : Heri Sugiarto