Badan seismologi Filipina (Phivolcs) melaporkan gempa terjadi di perairan lepas pantai Manay, wilayah Mindanao, pada kedalaman 10 kilometer sekitar pukul 09.43 waktu setempat. Lembaga itu memperingatkan potensi gelombang tsunami berbahaya di pesisir dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik kemudian menyatakan ancaman tsunami telah berakhir. Namun, gempa susulan diperkirakan masih akan terjadi.
Menurut Bernardo Rafaelito Alejandro IV, Wakil Administrator Kantor Pertahanan Sipil Filipina, satu orang dilaporkan tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Rekaman di media sosial memperlihatkan warga berlarian keluar dari bangunan, siswa dievakuasi dari sekolah, serta sejumlah kendaraan terjatuh akibat guncangan kuat.
Gubernur Davao Oriental Edwin Jubahib mengatakan beberapa bangunan mengalami kerusakan dan warga sempat panik saat gempa terjadi.
Pemerintah daerah segera mengeluarkan perintah evakuasi di sejumlah area terdampak. Sementara sekolah-sekolah menangguhkan kegiatan belajar untuk sementara waktu.
Kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi, termasuk retakan pada Jembatan Magsaysay di kota Butuan.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyatakan pemerintah masih menilai dampak kerusakan dan menyiapkan operasi pencarian serta penyelamatan.
“Kami bekerja tanpa henti untuk memastikan bantuan segera sampai kepada warga yang membutuhkan,” ujar Marcos, dilansir The Guardian.
Menteri Energi Sharon Garin menyebut pasokan listrik di beberapa wilayah Mindanao sempat terputus. Pemerintah tengah memantau empat perusahaan listrik untuk memastikan penyebab gangguan tersebut.
Guru di Compostela, Christine Sierte, mengisahkan bahwa getaran terasa sangat lama dan kuat. Beberapa langit-langit kantor runtuh, namun tidak ada korban luka, meski banyak siswa mengalami kepanikan.
Sementara itu, jurnalis Kath Cortez di Davao City melaporkan retakan kecil di dinding rumahnya akibat gempa.
Gempa kuat ini terjadi sepuluh hari setelah gempa 6,9 magnitudo di Bogo City, Cebu, yang menewaskan 71 orang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Papua, sebelum kemudian dicabut.
Filipina berada di jalur Cincin Api Pasifik, kawasan yang sering mengalami aktivitas seismik, dengan lebih dari 800 gempa setiap tahun. Lembaga European-Mediterranean Seismological Centre (EMSC) mencatat gempa kali ini berkekuatan 7,4 magnitudo pada kedalaman 58 kilometer.(*)
Editor : Heri Sugiarto