Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hadiri KTT ASEAN, Trump Didemo Pro-Palestina

Novitri Selvia • Senin, 27 Oktober 2025 | 13:27 WIB

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

PADEK.JAWAPOS.COM-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Malaysia diwarnai sejumlah kontras. Terutama yang terkait dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Trump tiba di Kuala Lumpur dan disambut dengan karpet merah serta tari-tarian kemarin (26/10). Namun, di sisi lain, sekelompok demonstran pro-Palestina juga menggelar aksi menentang presiden dua periode itu.

Mereka mengibarkan bendera Palestina di dekat Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur, tak jauh dari lokasi KTT.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim yang menyambut Trump langsung di Bandara Internasional Kuala Lumpur juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan para pemimpin politik Hamas.
Hal itu membuat hubungannya dengan Gedung Putih sempat renggang.

Namun, keberhasilan Anwar memediasi kesepakatan damai antara Thailand dan Kamboja yang dipuji Trump membuat kerenggangan itu berkurang.

Jadilah, dengan Anwar di sebelahnya, Trump seperti merasa “di rumah sendiri” setibanya di Kuala Lumpur. Hal itu dibuktikan, di antaranya, dengan ikut bergoyang mengikuti irama tarian penyambutannya kemarin.

“Saya di sini dalam misi persahabatan dan niat baik serta untuk mempererat hubungan perdagangan,” katanya, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Ini merupakan kehadiran pertama Trump di KTT ASEAN sejak edisi 2017 di Filipina pada masa kepresidenannya yang pertama.

Dalam awal pemerintahannya yang kedua tahun ini, Trump telah mengeluarkan kebijakan tarif timbal balik. Sejumlah negara anggota ASEAN terdampak kebijakan tersebut.

Dalam pidatonya di KTT, Anwar mengatakan, ASEAN dan AS akan mengadopsi pernyataan visi bersama untuk kesejahteraan kedua pihak.

“Volume perdagangan bilateral antara blok Asia Tenggara dan AS, ekonomi terbesar dunia, naik menjadi USD 453 miliar tahun lalu,” katanya.

Deklarasi Thailand–Kamboja

Di sela KTT, dengan disaksikan Trump yang ikut menginisiasi perdamaian, Kamboja dan Thailand meneken deklarasi untuk menarik senjata berat dari perbatasan. Termasuk pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan Thailand.

Disaksikan oleh Presiden Amerika Donald Trump, penandatanganan deklarasi dilakukan Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet dan PM Thailand Anutin Charnvirakul mitranya.

Kedua belah pihak sebelumnya juga telah menyepakati operasi pembersihan ranjau, upaya penanganan sindikat penipuan, serta pelaksanaan survei perbatasan bersama.

Bentrokan militer Kamboja dan Thailand di perbatasan mulai meletus pada 24 Juli. Ini bukan konflik pertama antarkedua negara bertetangga tersebut, tetapi menjadi yang terburuk di dalam lebih dari satu dekade.

Sebab, menewaskan sedikitnya 43 orang dan menyebabkan lebih dari 300.000 orang mengungsi.

Tekankan Pentingnya Kemitraan

Presiden Prabowo Subianto juga menghadiri KTT ASEAN ke-47. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan, pentingnya kemitraan strategis ASEAN dan AS dalam mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang damai, terbuka, dan sejahtera.

“Amerika Serikat telah lama dan harus terus menjadi mitra pertumbuhan, serta mitra perdamaian di Indo-Pasifik. Sebagai mitra pertumbuhan, keterlibatan Amerika telah membantu membangun ASEAN yang lebih kuat dan lebih terhubung,” ujarnya.

Prabowo menekankan, bahwa kemitraan dengan AS telah membantu memperkuat integrasi dan daya saing ASEAN. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa keberhasilan ekonomi ASEAN merupakan bukti nyata dari pertumbuhan yang didorong oleh kekuatan keterbukaan.

“Dengan kemitraan AS yang kuat, ASEAN telah menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 625.000 pekerja Amerika melalui ekspor tahunan senilai USD 122 miliar,” katanya. (lyn/ttg/jpg)

 

Editor : Novitri Selvia
#donald trump #ktt asean #anwar ibrahim #palestina