Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penutupan Pemerintah AS Picu Pembatalan Lebih 1.000 Penerbangan

Heri Sugiarto • Minggu, 9 November 2025 | 00:18 WIB

Maskapai AS mematuhi perintah FAA memangkas jadwal penerbangan di bandara utama sehingga menimbulkan antrean penumpang dan pembatalan.(Foto: AP)
Maskapai AS mematuhi perintah FAA memangkas jadwal penerbangan di bandara utama sehingga menimbulkan antrean penumpang dan pembatalan.(Foto: AP)
PADEK.JAWAPOS.COM-Lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan di seluruh Amerika Serikat pada Sabtu (8/11/2025), akibat maskapai menyesuaikan operasional terkait penutupan pemerintah (shutdown).

Menurut data FlightAware. Bandara Reagan National di Washington, D.C., mencatat pembatalan terbanyak sebanyak 75 penerbangan, diikuti Bandara O’Hare Chicago dengan 48 penerbangan, serta Atlanta dan Denver masing-masing 42 dan 35 penerbangan.

Pembatalan ini terjadi setelah Federal Aviation Administration (FAA) memerintahkan maskapai memangkas ribuan penerbangan di seluruh AS menjelang akhir pekan, akibat kekurangan pengendali lalu lintas udara selama penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah.

Menteri Transportasi Sean Duffy dan Administrator FAA Bryan Bedford mengumumkan bahwa pemerintahan Trump memutuskan pemotongan 10% penerbangan di 40 bandara “high-impact” di seluruh negeri.

Pada Jumat, maskapai baru membatalkan sekitar 4% penerbangan di bandara tersebut, namun diperkirakan akan meningkat hingga 10% minggu depan.

Duffy menambahkan, pemotongan bisa meningkat hingga 20% jika penutupan pemerintah AS berlanjut. "Jika penutupan ini tidak segera berakhir, konsekuensinya adalah lebih banyak pengendali tidak akan datang bekerja, dan kemudian kami harus terus menilai tekanan di wilayah udara dan membuat keputusan yang mungkin akan mengubah tekanan udara dari 10% menjadi 15%, mungkin menjadi 20%," jelas Duffy di Fox News pada Jumat sore waktu setempat.

Gangguan ini juga memunculkan setidaknya tiga insiden nyaris celaka di bandara besar. Salah satunya terjadi pada 31 Oktober, ketika American Airlines Flight 4 menuju New York dan ITA 621 dari Italia lepas landas dari landasan paralel di Los Angeles hanya beberapa detik berbeda.

ITA 621 kemudian bergeser ke kiri, sangat dekat dengan pesawat American Airlines, memaksa pengendali lalu lintas udara yang bekerja tanpa gaji untuk turun tangan. FAA kini menyelidiki insiden ini.

"Kami telah melihat lebih banyak pelanggaran di landasan pacu di seluruh negeri. Dan kami menerima lebih banyak keluhan dari pilot tentang stres yang dialami oleh pengatur lalu lintas udara, dan lebih banyak keluhan tentang kurangnya respons dari pengatur lalu lintas udara," ungkap Sean Duffy.

Maskapai melanjutkan pembatalan penerbangan pada Sabtu, dengan lebih dari 945 penerbangan dibatalkan. Bandara Charlotte Douglas International memimpin pembatalan dengan 41 penerbangan, disusul O’Hare Chicago dengan 39 penerbangan.

American Airlines membatalkan 292 penerbangan (5,32%) dari 5.485 jadwal, sementara United Airlines membatalkan 173 penerbangan (4,23%) dari 4.088 jadwal. Delta Airlines membatalkan 160 penerbangan (3,91%).

Maskapai lain seperti Southwest, Alaska, JetBlue, dan Frontier juga melakukan pembatalan, sedangkan Allegiant dan Spirit Airlines tidak terpengaruh.

Sejumlah maskapai juga menghapus biaya perubahan atau pengembalian tiket bagi penumpang yang ingin menyesuaikan rencana perjalanan, sebagai respons terhadap perintah FAA.

Di tengah krisis ini, anggota serikat pekerja FAA menggelar aksi di O’Hare Chicago. Profesional Aviation Safety Specialists mewakili sekitar 11.000 karyawan FAA dan Departemen Pertahanan.

Aksi ini bertujuan menarik perhatian publik pada dampak penutupan pemerintah terhadap keselamatan penerbangan dan tekanan finansial bagi karyawan serta keluarga mereka.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#pembatalan penerbangan #Bandara AS #keselamatan penerbangan #faa #shutdown as #american airlines #penutupan pemerintah AS