Menurut laporan Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA), peringatan badai tertinggi (Signal No. 5) telah diterbitkan untuk wilayah Catanduanes, sebagian Camarines Norte, dan Camarines Sur.
Topan diperkirakan akan mendarat di Provinsi Aurora pada Minggu malam sebelum bergerak ke arah Taiwan.
Menurut Center for Satellite Applications and Research (CIRA), Fung-wong adalah topan yang terus menguat di Samudra Pasifik barat dan diperkirakan menjadi badai yang sangat kuat saat bergerak ke arah Filipina. "Setelah itu, topan ini dapat berbelok tiba-tiba ke utara menuju pendaratan kedua di Taiwan selatan," tulis CIRA di laman resminya, Minggu (9/11).
Fung-wong mendarat di Luzon hanya beberapa hari setelah Topan Kalmaegi menerjang Filipina, yang menewaskan hampir 200 orang. Pemerintah Filipina telah menetapkan status darurat nasional terkait Fung-wong.
Menteri Pertahanan Nasional Filipina Gilberto Teodoro Jr, yang memimpin koordinasi penanganan bencana, memperingatkan potensi dampak katastrofik akibat kombinasi angin kencang, hujan lebat, dan gelombang badai (storm surge) yang dapat melanda kawasan pesisir.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera mematuhi perintah evakuasi dan tetap berada di tempat aman,” ujar Teodoro dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat, Sabtu (8/11), dilansir dari The Independent.
Pemadaman listrik telah dilaporkan di beberapa wilayah Eastern Visayas. Rekaman video yang dirilis Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard) memperlihatkan warga di Camarines Sur menaiki truk dan bus dalam proses evakuasi massal menuju tempat penampungan sementara.
Otoritas penerbangan sipil Filipina menyatakan lebih dari 300 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan akibat kondisi cuaca ekstrem.
Sementara itu, operasi pelabuhan utama di Luzon ditutup sementara guna mencegah kecelakaan laut.
Topan Fung-wong datang hanya beberapa hari setelah Topan Kalmaegi menewaskan sedikitnya 204 orang di Filipina sebelum bergerak ke Vietnam, di mana lima korban tambahan dilaporkan meninggal dan ratusan lahan pertanian pesisir rusak.
PAGASA memperkirakan curah hujan ekstrem akan terus mengguyur bagian tengah dan utara Luzon dalam 24 jam ke depan, dengan risiko banjir bandang dan tanah longsor di daerah perbukitan.
Pemerintah pusat telah menyiagakan lebih dari 10.000 personel militer dan petugas penyelamat untuk membantu operasi tanggap darurat di wilayah terdampak.(*)
Editor : Heri Sugiarto