Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Di Davos, Elon Musk Plesetkan “Board of Peace” Trump Jadi “Piece”

Mengki Kurniawan • Minggu, 1 Februari 2026 | 15:14 WIB

Elon Musk. (Pinterest)
Elon Musk. (Pinterest)
PADEK.JAWAPOS.COM—Elon Musk melontarkan sindiran satir terhadap kebijakan luar negeri terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat tampil sebagai pembicara di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.

Sindiran tersebut disampaikan Musk dalam sesi diskusi terbuka, hanya sehari setelah pemerintah AS mengumumkan pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian pada 22 Januari 2026, lembaga resmi bentukan Presiden Trump.

Aksi Musk itu langsung menarik perhatian publik internasional dan memicu diskusi luas mengenai arah kebijakan geopolitik Amerika Serikat, terutama karena disampaikan di forum ekonomi dan politik global paling bergengsi.

Baca Juga: UI Jadi Satu-satunya Kampus Indonesia Tembus 1.000 Terbaik Dunia Versi THE WUR 2026

Permainan Kata Elon Musk di Forum WEF 2026

Dalam forum tersebut, Musk melakukan permainan kata dengan mengubah pelafalan “Peace” (perdamaian) menjadi “Piece” (potongan).

Secara fonetik, kedua kata terdengar hampir sama dalam bahasa Inggris, namun memiliki arti yang berbeda.

Plesetan tersebut disampaikan di hadapan para pemimpin ekonomi dan politik dunia.

Permainan kata ini segera menjadi sorotan karena dianggap menyentil makna di balik pembentukan Board of Peace oleh pemerintah Amerika Serikat.

Baca Juga: Syukuri dan Nikmati Pensiun, Fokus Ibadah Bersama Keluarga

Menurut laporan Euronews yang dikutip pada akhir Januari 2026, candaan tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi publik.

“Permainan kata tersebut pun langsung menarik perhatian publik dan memicu beragam reaksi di media sosial,” sebagaimana dikutip Euronews dalam laporannya.

Sindiran Terkait Arah Kebijakan Global AS

Sindiran Musk dinilai berkaitan dengan sejumlah rencana dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang kembali mencuat di bawah pemerintahan Trump.

Beberapa isu yang disorot publik mencakup ambisi lama terkait Greenland serta keterlibatan AS dalam dinamika politik Venezuela.

Meski disampaikan dalam format humor, komentar tersebut dianggap menyentuh isu sensitif mengenai penggunaan istilah “perdamaian” dalam kebijakan global Amerika Serikat.

Baca Juga: Semen Padang FC Tantang PSM Makassar di Parepare, Kedua Tim Berjuang Keluar Papan Bawah

Dalam sesi yang sama, Musk menyampaikan pandangan bahwa istilah yang digunakan pemerintah dalam kebijakan internasional dapat memiliki makna yang lebih luas dan berlapis, terutama dalam konteks kepentingan geopolitik.

Respons Publik dan Sikap Gedung Putih

Dikutip dari laporan Euronews, reaksi publik terhadap sindiran Musk terbagi. Sebagian menilai Musk berani menyuarakan kritik, sementara lainnya menilai komentar tersebut terlalu jauh memasuki ranah politik negara.

Hingga 1 Februari 2026, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas sindiran yang disampaikan Musk di Davos.

Peristiwa ini menegaskan bahwa forum seperti World Economic Forum tidak hanya menjadi ajang diskusi ekonomi global, tetapi juga ruang penyampaian kritik politik oleh tokoh-tokoh berpengaruh dunia. (cr3)

Editor : Hendra Efison
#donald trump #Peace Piece #Kebijakan luar negeri AS #Board of Peace #Sindiran Elon Musk di WEF 2026