Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bill Gates Buka Suara soal Jeffrey Epstein: Saya Bodoh dan Sangat Menyesal

Mengki Kurniawan • Kamis, 5 Februari 2026 | 21:30 WIB

 

Pendiri Microsoft Bill Gates dan penjahat kelamin, Jeffrey Epstein.
Pendiri Microsoft Bill Gates dan penjahat kelamin, Jeffrey Epstein.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pendiri Microsoft Bill Gates mengakui penyesalan mendalam atas hubungannya di masa lalu dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein, dalam wawancara dengan media Australia yang dirilis Kamis (5/2/2026).

Gates menyebut keputusannya menjalin komunikasi dengan Epstein sebagai kesalahan besar, menyusul rilis dokumen terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang kembali menyoroti jaringan relasi Epstein.

Pernyataan ini disampaikan Gates untuk menjelaskan posisinya secara langsung di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap nama-nama tokoh global yang tercantum dalam dokumen tersebut.

Ia menegaskan bahwa keterlibatannya dengan Epstein merupakan keputusan keliru yang tidak dapat dibenarkan, baik secara moral maupun logika pribadi.

Gates Jelaskan Awal Pertemuan dengan Epstein

Dalam wawancara tersebut, Gates memaparkan bahwa pertemuan pertamanya dengan Epstein terjadi pada 2011, beberapa tahun setelah Epstein dijatuhi vonis hukum atas kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

Gates menyatakan pertemuan itu hanya berlangsung dalam beberapa kesempatan makan malam dan diklaim bertujuan membahas isu filantropi.

Meski demikian, Gates mengakui bahwa alasan tersebut tidak dapat membenarkan keputusannya untuk tetap berinteraksi dengan Epstein.

“Saya sangat menyesal pernah berhubungan dengan Epstein. Itu adalah kesalahan besar, sebuah keputusan yang salah. Saya merasa bodoh dan menyesali setiap menit waktu yang pernah saya habiskan bersamanya,” ujar Gates, dikutip dari AFP dan 9News.

Ia juga menyampaikan kekecewaan terhadap dirinya sendiri karena telah meluangkan waktu untuk bertemu dengan sosok yang memiliki rekam jejak kriminal serius.

Bantah Kunjungi Pulau Epstein dan Klarifikasi Email

Gates secara tegas membantah rumor yang menyebut dirinya pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia.

Menurut Gates, ia tidak pernah berada di lokasi tersebut yang kerap dikaitkan dengan aktivitas ilegal Epstein.

Selain itu, Gates mengklarifikasi keberadaan sejumlah email yang mencatut namanya dalam dokumen terkait Epstein.

Ia menyebut terdapat pesan yang seolah-olah ditulis oleh Epstein atas nama dirinya, namun berisi informasi palsu dan tidak pernah dikirimkan langsung olehnya.

Gates menilai dirinya telah dimanfaatkan oleh Epstein sebagai bagian dari upaya memperbaiki citra pribadi di hadapan tokoh-tokoh berpengaruh dunia.

Dokumen Departemen Kehakiman AS yang dirilis baru-baru ini juga memuat nama sejumlah figur publik lain, termasuk Donald Trump, Elon Musk, dan Bill Clinton.

Namun hingga kini, otoritas penegak hukum belum menetapkan tuduhan pidana terhadap tokoh-tokoh tersebut.

Gates menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal Epstein dan secara konsisten membantah segala tuduhan pelanggaran hukum.

Klarifikasi ini disampaikan Gates untuk merespons spekulasi publik yang kembali mencuat, sekaligus menegaskan fokusnya pada kegiatan filantropi di luar kontroversi masa lalu.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#wawancara AFP #Departemen Kehakiman AS #Bill Gates Jeffrey Epstein #dokumen epstein