Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Pernyataan Berubah Picu Reaksi Pasar

Novitri Selvia • Rabu, 11 Maret 2026 | 12:38 WIB

DISAMBUT KRITIK TAJAM: Dalam beberapa pekan terkahir Presiden AS Donald Trump menjadi sorotan dunia.
DISAMBUT KRITIK TAJAM: Dalam beberapa pekan terkahir Presiden AS Donald Trump menjadi sorotan dunia.

PADEK.JAWAPOS.COM--BUKAN Donald Trump namanya jika tidak asal dar... der... dor dan fakta dicek kemudian. Terkait penyerangan ke Iran saja contohnya bertebaran, mulai awal palagan sampai cara mengakhiri perang,

Soal mengakhiri perang, misalnya, dalam wawancara dengan CBS News, Presiden Amerika Serikat (AS) itu sempat menyebut, tugas AS dan Israel “very complete (sepenuhnya selesai)” Pasar sempat mereaksi positif pernyataan itu.

Bursa di Tokyo, Jepang, dan Seoul, Korea Selatan, dibuka dengan penguatan harga saham dan harga minyak per barel turun lima persen setelah sehari sebelumnya melonjak menjadi USD 100 per barel.

Tapi, dalam pernyataan terbuka dan konferensi pers pada Senin (9/3), narasinya berubah lagi menjadi “very soon (sebentar lagi)”.

“Saya kira akan secepatnya (selesai). Sebentar lagi,” kata presiden dua periode itu kepada wartawan di Klub Golf Doral National, Miami.

Tak ada elaborasi lebih lanjut tentang kapan persisnya “very soon” itu. Di awal penyerangan ke Iran, Trump sempat menyebut, kalau perang bakal berakhir dalam 4–5 pekan.

Tapi, bahkan Pusat Komando AS (CENT-COM) sendiri menyebut, kalau perang bisa berlangsung sampai September.

Padahal, biaya perang sangatlah tinggi. Amunisi AS juga kian menipis, terutama interseptor untuk menangkal drone Iran.

Negeri Paman Sam itu diperkirakan menghabiskan biaya USD 5,6 miliar sampai USD 6 miliar dalam beberapa hari operasi militer ke Iran.

Suara keresahan yang mempertanyakan kapan perang dengan Iran akan berakhir juga mulai terdengar di Israel.

Sebuah sumber di kalangan pejabat Negeri Yahudi itu mengatakan kepada Washington Post, pertanyaan tersebut muncul karena tidak ada tanda-tanda Iran menyerah.

“Tak ada tanda-tanda pula Iran bakal kolaps,” kata sumber tersebut.

“Biaya perang terus naik dan kami khawatir perang ini akan berlangsung lama. Kami tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dan mengabaikan tujuan menumbangkan rezim (Iran),” tambah sumber tersebut.

Teheran juga sudah ter-buka menyatakan, siap menjalani perang dalam durasi lama.

“Kami akan terus berperang sepanjang yang dibutuhkan,” kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, seperti dikutip dari AFP kemarin (10/3).

Pernyataan Araghchi itu juga diperkuat Garda Revolusi. “Kamilah yang nanti menentukan kapan perang ini akan berakhir,” kata satuan elite Iran itu dalam pernyataan resminya. (lyn/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#donald trump #Perang Iran Amerika #Abbas Araghchi