Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 15 Orang, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan

Heri Sugiarto • Senin, 8 Juni 2026 | 19:23 WIB
Satu bangunan di Filipina terlihat rusak berat setelah gempa magnitudo 7,8. (Foto: Facebook/Kevin Steele)
Satu bangunan di Filipina terlihat rusak berat setelah gempa magnitudo 7,8. (Foto: Facebook/Kevin Steele)

PADEK.JAWAPOS.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pagi. Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas, sementara sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi sesaat sebelum pukul 07.40 waktu setempat.

Guncangan kuat itu juga memicu peringatan tsunami di sejumlah negara Asia sebelum sebagian besar peringatan dicabut beberapa jam kemudian.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) melaporkan gempa utama diikuti gempa susulan yang berlangsung lebih dari satu jam.

Kota General Santos di Mindanao selatan menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Kota berpenduduk sekitar 722.000 jiwa itu mengalami guncangan yang dikategorikan sangat kuat.

Rekaman video yang diunggah melalui kanal media sosial resmi memperlihatkan sebuah bangunan tiga lantai yang menampung restoran Jollibee runtuh dan memunculkan kepulan debu.

Sejumlah bangunan lain juga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk jendela pecah dan atap yang ambruk.

Juru Bicara Kepolisian Robert Dagun mengungkapkan sebagian bangunan Rumah Sakit St Elizabeth di General Santos mengalami kerusakan berat.

Kerusakan tersebut memaksa pasien dan tenaga medis dievakuasi serta menjalankan layanan sementara di luar gedung utama rumah sakit.

Mary Ann Blanco Rhudy, seorang biarawati Katolik yang bekerja di Notre Dame of Dadiangas University di General Santos, mengaku sedang dalam perjalanan menuju kampus ketika gempa terjadi.

“Kendaraan di jalan bergerak tidak beraturan. Saya beruntung karena kendaraan-kendaraan itu tidak saling bertabrakan,” kata Rhudy kepada Al Jazeera.

Ia juga menuturkan pohon-pohon di tepi jalan bergoyang kuat saat gempa berlangsung. Beberapa bangunan di kampus tempatnya bekerja mengalami kerusakan sebagian.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menyatakan lembaga tanggap darurat telah diaktifkan, termasuk Office of Civil Defence dan National Disaster Risk Reduction and Management Council.

Marcos juga memerintahkan penutupan sekolah di wilayah terdampak.

Menurut Philippine News Agency, sekitar 3,2 juta siswa serta 128.000 guru dan tenaga kependidikan terdampak pada hari pertama tahun ajaran yang seharusnya dimulai pada Senin.

“Keselamatan anak-anak kami adalah yang utama,” ujar Marcos.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan di sejumlah negara Asia, termasuk Filipina dan Indonesia. Otoritas kemudian mencabut peringatan tersebut, meski peringatan tsunami masih berlaku untuk wilayah pesisir selatan Jepang dan pulau-pulau terluarnya.

Warga di wilayah tersebut diminta menjauhi muara sungai dan kawasan pantai hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Korban gempa Filipina #Dampak gempa Mindanao #gempa filipina #Ferdinand Marcos Jr #tsunami