PADEK.JAWAPOS.COM – Gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo yang mengguncang wilayah dekat Kuba pada Senin (8/6/2026) terasa hingga sejumlah kota di Florida, Amerika Serikat, termasuk Orlando, Jacksonville, Miami, dan Brevard County. Otoritas memastikan tidak ada ancaman tsunami maupun laporan kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) melaporkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,0 dan terjadi pada kedalaman 10 kilometer di lepas pantai Kuba. Hingga laporan terakhir, belum terdapat informasi mengenai korban maupun kerusakan akibat gempa tersebut.
Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat magnitudo gempa sebesar 6,1 dengan pusat gempa berada sekitar 104 kilometer barat laut Mantua, Kuba.
Perbedaan magnitudo yang dilaporkan sejumlah lembaga seismologi merupakan hal yang umum terjadi karena penggunaan metode pengukuran dan pemrosesan data yang berbeda.
Media Florida Today melaporkan, Otoritas Cuaca Nasional Amerika Serikat atau National Weather Service memastikan tidak ada peringatan potensi tsunami yang dikeluarkan setelah gempa tersebut.
Ahli Meteorologi National Weather Service, Kole Fehling, mengatakan laporan guncangan diterima dari berbagai wilayah Florida setelah gempa terjadi.
"Ada laporan getaran dari wilayah Orlando, Jacksonville, dan Miami akibat gempa berkekuatan 6,1 magnitudo yang terjadi sekitar 73 mil barat laut Mantua, Kuba," kata Fehling.
Warga Merritt Island, Florida, juga melaporkan merasakan getaran di rumah mereka. Bridget Reed mengaku sedang melipat pakaian ketika tempat tidurnya mulai berguncang.
Ia mengatakan tanaman di dalam apartemennya juga ikut bergerak sehingga membuatnya keluar dari unit tempat tinggalnya untuk memastikan kondisi aman.
Hal serupa dirasakan Executive Editor Florida Today, Mara Bellaby yang mengungkapkan bahwa guncangan menyebabkan peralatan makan di lemari ruang makan rumahnya bergetar. "Itu tidak sekuat beberapa peluncuran roket, tetapi cukup terasa," ujarnya.
Data USGS menunjukkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,1 dan memicu getaran yang dapat dirasakan hingga wilayah Florida.
Peneliti Geologi dari Florida International University, Randy Parkinson, mengatakan fenomena tersebut memang memungkinkan terjadi meskipun Florida dan Kuba berada pada lempeng tektonik yang berbeda.
Menurut Parkinson, energi dari gempa bumi dapat menyebar ke berbagai arah sehingga getarannya masih dapat dirasakan di lokasi yang cukup jauh dari pusat gempa.
Otoritas manajemen darurat Brevard County melalui unggahan National Weather Service di media sosial menegaskan tidak terdapat ancaman tsunami setelah gempa tersebut.(*)
Editor : Heri Sugiarto