Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gempa Kembar 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Bangunan Runtuh dan Status Darurat Ditetapkan

Heri Sugiarto • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:16 WIB
Tim evakuasi Venezuela melakukan pencarian dan penyelamatan korban di bangunan runtuh pascagempa besar yang mengguncang Caracas.(Foto: Al Jazeera)
Tim evakuasi Venezuela melakukan pencarian dan penyelamatan korban di bangunan runtuh pascagempa besar yang mengguncang Caracas.(Foto: Al Jazeera)

PADEK.JAWAPOS.COM – Venezuela diguncang dua gempa bumi kuat pada Rabu (24/6/2026) petang waktu setempat, atau Kamis, 25 Juni 2026 sekitar pukul 05.04 WIB. Guncangan yang berpusat di dekat Kota Morón, sekitar 168 kilometer di barat Caracas, menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah dan memicu kepanikan warga.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi lebih dulu, kemudian disusul gempa magnitudo 7,5 sekitar 39 detik setelahnya. Kedua gempa terjadi pada kedalaman sekitar 13 kilometer sehingga getarannya terasa luas di berbagai wilayah Venezuela.

Pemerintah Venezuela langsung menetapkan status darurat menyusul dampak yang ditimbulkan gempa tersebut. Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, meminta masyarakat tetap tenang dan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan karena masih berpotensi terjadi gempa susulan.

"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan bersatu menghadapi situasi ini," ujar Rodríguez dalam siaran televisi nasional.

Pemerintah juga menghentikan sementara layanan metro dan kereta api untuk pemeriksaan keselamatan. Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía dilaporkan mengalami gangguan operasional setelah sejumlah fasilitas terdampak guncangan.

Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello mengatakan seluruh unsur tanggap darurat telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan di lokasi terdampak.

"Kami menerima laporan adanya bangunan dan rumah yang runtuh. Pemadam kebakaran, kepolisian, serta tim bantuan sipil telah bergerak untuk menangani situasi ini," kata Cabello.

Di Caracas, warga berhamburan keluar dari rumah, apartemen, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran saat gempa terjadi. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan warga yang mencari tempat aman ketika bangunan bergoyang.

Kerusakan dilaporkan terjadi di beberapa kawasan ibu kota, termasuk Altamira. Tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap kemungkinan korban yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

Selain Caracas, dampak gempa juga dirasakan di La Guaira, kota pelabuhan di pesisir Karibia yang berada dekat ibu kota. Sejumlah bangunan dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan.

Rumah sakit di Caracas menambah personel untuk menangani korban luka yang terus berdatangan. Hingga Rabu malam waktu setempat, otoritas masih melakukan pendataan kerusakan dan korban.

Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk beberapa wilayah Karibia setelah gempa terjadi. Namun peringatan tersebut dicabut sekitar satu jam kemudian setelah hasil evaluasi menunjukkan ancaman tsunami telah berlalu.

USGS mengategorikan peristiwa ini sebagai gempa ganda atau doublet earthquake, yakni dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan di kawasan yang sama. Fenomena tersebut relatif jarang terjadi dan dapat meningkatkan potensi kerusakan.

USGS memperkirakan adanya peluang sebesar 44 persen bahwa jumlah korban akan berkisar antara 10.000 hingga 100.000 jiwa.

Selain itu, perkiraan kerugian ekonomi bagi Venezuela berkisar antara 2 persen hingga 20 persen dari PDB negara tersebut.

Venezuela berada di wilayah pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang aktif secara tektonik. Karena itu, negara tersebut termasuk kawasan yang memiliki risiko gempa bumi cukup tinggi.

Bantuan Internasional untuk Venezuela

Dukungan internasional mulai mengalir kepada Venezuela setelah bencana tersebut. Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, melalui media sosial menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Dominika, Luis Abinader, yang menghubunginya secara langsung dan menawarkan bantuan bagi rakyat Venezuela.

"Saya berterima kasih kepada Presiden Republik Dominika Luis Abinader atas telepon dan tawaran dukungannya kepada rakyat Venezuela atas tragedi yang disebabkan oleh gempa bumi pada 24 Juni ini," tulis Rodríguez. Ia menilai dukungan tersebut mencerminkan semangat solidaritas dan kerja sama antarnegara di kawasan.

Delcy Rodríguez juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Melalui akun media sosialnya, Rodríguez mengaku berterima kasih atas perhatian pemerintah Brasil terhadap situasi yang dihadapi Venezuela pascagempa.

"Kami menerima dengan penuh rasa terima kasih pesan dari Presiden Lula dan kesediaan Pemerintah Brasil untuk mendampingi rakyat kami," tulis Rodríguez.

Sebelumnya, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva juga menyampaikan keprihatinannya atas dampak gempa yang melanda Venezuela. Melalui pernyataan resmi, Lula mengatakan telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Brasil untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Brasil di Caracas guna mengevaluasi situasi serta menyiapkan kemungkinan bantuan yang dapat diberikan.

"Saya menegaskan kembali tekad kami untuk mendukung pemerintah Presiden sementara Delcy Rodríguez dalam pemulihan wilayah-wilayah yang terdampak di negara sahabat ini," kata Lula. Ia juga memuji ketangguhan rakyat Venezuela dalam menghadapi berbagai tantangan yang terjadi selama ini.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Gempa Venezuela #Gempa Caracas #Gempa Kembar #Venezuela Hari Ini #Status Darurat Venezuela