Netanyahu Bersikeras Ingin Berpidato di PBB, Abaikan Penolakan Wali Kota New York

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 10:36 WIB
Benjamin Netanyahu menegaskan akan tetap berpidato di PBB, New York.(Foto: X @netanyahu)
Benjamin Netanyahu menegaskan akan tetap berpidato di PBB, New York.(Foto: X @netanyahu)

PADEK.JAWAPOS.COM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan akan tetap datang ke New York untuk menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), meski menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan mendapat penolakan dari Wali Kota New York, Zohran Mamdani.

Dalam wawancara di program Sunday Morning Futures with Maria Bartiromo di Fox News, Netanyahu mengatakan dirinya bertekad menyampaikan pandangan Israel di forum internasional tersebut.

"Saya berniat datang dan menyampaikan kebenaran, berbicara untuk Israel dan aliansi Israel-Amerika dari podium Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Netanyahu, dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan itu disampaikan setelah Mamdani, yang dikenal vokal mendukung hak-hak rakyat Palestina, sebelumnya menyatakan Netanyahu seharusnya ditangkap apabila datang ke Amerika Serikat.

Netanyahu mengkritik Mamdani dengan menuduhnya memecah belah masyarakat New York.

"Dia memicu kebencian. Dia seharusnya menjadi wali kota bagi semua warga New York—Yahudi, Kristen, Muslim, semuanya. Tetapi dia mencoba mengadu satu kelompok dengan kelompok lain," ujar Netanyahu.

Netanyahu juga mengatakan dirinya menerima keluhan dari warga Yahudi Amerika Serikat yang menurutnya merasa khawatir dengan situasi tersebut.

Namun, hasil survei Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research yang dipublikasikan pada Juni menunjukkan gambaran berbeda.

Survei terhadap lebih dari 1.000 warga Yahudi dewasa di Amerika Serikat itu menemukan 44 persen responden memiliki pandangan "cukup positif" atau "sangat positif" terhadap Zohran Mamdani, sementara 39 persen memiliki pandangan negatif. Sisanya mengaku belum memiliki pendapat.

Dalam survei yang sama, hanya sekitar sepertiga responden yang memiliki pandangan positif terhadap Netanyahu. Sekitar enam dari sepuluh responden justru memiliki pandangan negatif terhadap pemimpin Israel tersebut, termasuk 42 persen yang menyatakan sangat tidak menyukainya.

Survei AP-NORC juga mencatat sekitar 30 persen responden Yahudi Amerika meyakini Israel telah melakukan genosida di Jalur Gaza.

ICC menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang berkaitan dengan konflik di Gaza.

Meski menghadapi tekanan hukum internasional, Netanyahu tetap mempertahankan rencananya menghadiri Sidang Umum PBB di New York.

Di sisi lain, Mamdani belakangan menjelaskan bahwa meskipun dirinya tetap berpendapat Netanyahu merupakan penjahat perang yang seharusnya ditangkap apabila berada di Amerika Serikat, Pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk melakukan penangkapan tersebut.

Sementara itu, survei YouGov yang dipublikasikan pekan ini menunjukkan 46 persen warga Amerika Serikat berpendapat Netanyahu seharusnya ditangkap apabila berada di wilayah AS, sedangkan 28 persen menyatakan sebaliknya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
surat perintah tangkap ICC pidato PBB benjamin netanyahu Zohran Mamdani wali kota new york