PADEK.JAWAPOS.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di wilayah Kyushu, Jepang barat daya, pada Selasa (28/7/2026) pukul 16.27 waktu setempat. Guncangan mencapai intensitas 7 pada skala intensitas seismik Jepang, yang merupakan level tertinggi.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), gempa ini menjadi yang pertama di Jepang dengan intensitas 7 sejak gempa Semenanjung Noto pada Tahun Baru 2024.
Bagi Prefektur Kumamoto, guncangan dengan intensitas serupa terakhir kali terjadi pada April 2016, saat wilayah tersebut dilanda dua gempa besar yang sama-sama mencapai intensitas 7.
Gempa utama kemudian diikuti sejumlah gempa susulan, beberapa di antaranya mencapai intensitas 5 bawah pada skala intensitas seismik Jepang.
Baca Juga: Disnakertrans Sumbar Seleksi 128 Calon Peserta Magang ke Jepang
JMA sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah terdampak, tetapi mencabutnya pada pukul 18.10 waktu setempat setelah kondisi dinilai aman.
Puluhan Orang Belum Ditemukan di Aeon Mall Kumamoto
Dampak paling serius terjadi di Aeon Mall Kumamoto di Kota Kashima. Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyatakan banyak orang yang diduga masih terjebak di dalam pusat perbelanjaan tersebut setelah lantai dua bangunan runtuh.
Polisi memperkirakan sekitar 20 hingga 30 orang belum diketahui keberadaannya. Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah di antara mereka terdapat pengunjung mal.
Baca Juga: Seabad Gempa Padangpanjang 1926 Jadi Momentum Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan.
Rekaman udara dari helikopter NHK memperlihatkan sebagian dinding luar bangunan terlepas hingga memperlihatkan rangka konstruksi gedung.
Seorang sopir taksi yang berada di dekat lokasi mengaku mendengar suara ledakan keras sebelum dinding bangunan roboh. Menurutnya, pecahan dinding juga menghantam sebuah mobil yang berada di sekitar lokasi.
Kastil Kumamoto, salah satu kastil tertua, termegah, dan paling terkenal di Jepang, juga mengalami kerusakan.
Polisi dan Petugas Darurat Terima Banyak Laporan
Polisi di sejumlah wilayah Prefektur Kumamoto yang mengalami guncangan dengan intensitas 7 dan 6 atas menerima banyak laporan mengenai dampak gempa.
Di Kota Uki, yang mencatat intensitas maksimum 7, polisi menerima berbagai laporan darurat, termasuk kebakaran yang penyebabnya masih diselidiki apakah berkaitan dengan gempa.
Di Kota Hikawa, polisi menerima laporan mengenai korban luka, rumah roboh, serta permukaan tanah yang terangkat.
Sementara di Kota Yatsushiro, yang mengalami guncangan dengan intensitas 6 atas, seorang warga dilaporkan terjebak di dalam rumah yang runtuh.
Baca Juga: Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar Buka Kembali Jalur Tanahdatar–Sijunjung, Akses Warga Pulih Pascabanjir
Petugas pemadam kebakaran di Kota Hitoyoshi juga menerima laporan mengenai seorang warga yang tidak dapat keluar dari rumah karena pintu masuk tertutup akibat kerusakan bangunan.
Markas pemadam kebakaran yang membawahi wilayah Kota Uki menyatakan menerima banyak panggilan darurat setelah gempa dan masih terus memeriksa kondisi di lapangan.
Sebuah rumah sakit di Distrik Minami, Kota Kumamoto, melaporkan telah menerima lebih dari 50 korban luka akibat gempa.
Sedikitnya satu orang dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Jalan Tol Rusak, Kereta Dihentikan, Bandara Ditutup
Rekaman udara NHK sekitar pukul 17.30 waktu setempat memperlihatkan kobaran api dan asap dari bangunan yang diduga merupakan rumah tinggal di Kota Uki.
Sementara itu, Kyushu Electric Power Company melaporkan sekitar 48.000 rumah tangga di Prefektur Kumamoto mengalami pemadaman listrik hingga pukul 17.15 waktu setempat.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur transportasi. Menurut NHK, Jalan Tol Kyushu mengalami kerusakan parah. Rekaman udara yang diambil sesaat sebelum pukul 18.00 waktu setempat memperlihatkan dua bagian jalan layang bergeser dari posisi semula sehingga menyisakan celah besar di antaranya.
NHK juga menayangkan rekaman yang memperlihatkan jembatan putus di Kota Yatsushiro. Selain itu, video yang beredar di media sosial menunjukkan sebagian tembok Kastel Kumamoto runtuh akibat gempa.
Gempa turut mengganggu layanan transportasi. JR Freight Railway Company melaporkan sebuah kereta barang anjlok dan terguling di Stasiun Yatsushiro. Belum ada laporan korban akibat insiden tersebut, sementara kondisi masinis masih dalam pemeriksaan.
Baca Juga: Gempa M5,1 Guncang Peru, Lima Orang Tewas dan Puluhan Rumah Dilaporkan Roboh
Sementara itu, JR Kyushu menghentikan seluruh layanan kereta api di Pulau Kyushu, termasuk Kyushu Shinkansen, sebagai langkah pengamanan.
Bandara Internasional Kumamoto juga menutup landasan pacunya untuk waktu yang belum ditentukan akibat gempa. Hingga kini, pihak bandara belum menjelaskan rincian kerusakan yang menyebabkan penutupan tersebut.
TSMC Evakuasi Karyawan, PLTN Tidak Mengalami Anomali
Perusahaan semikonduktor TSMC menyatakan telah mengevakuasi seluruh karyawan ke lokasi yang aman di luar fasilitas produksinya di Prefektur Kumamoto sesuai prosedur tanggap darurat.
Perusahaan juga tengah memastikan keselamatan seluruh pekerja serta memeriksa kondisi fasilitas pabrik.
Baca Juga: Bukittinggi Kembali Diguncang Gempa M2,0, Enam Jam Setelah Gempa M3,1 yang Dipicu Sesar Sianok
Di sisi lain, Kyushu Electric Power menyatakan belum menemukan kelainan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Genkai di Prefektur Saga maupun PLTN Sendai di Prefektur Kagoshima. Perusahaan memastikan hingga pukul 17.00 waktu setempat tidak terjadi perubahan tingkat radiasi di sekitar kedua fasilitas tersebut.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara juga mengatakan tidak ditemukan anomali di PLTN Sendai, yang memiliki dua reaktor dan memasok listrik ke wilayah Kyushu.
Jepang Kerahkan 3.600 Personel SDF
Pemerintah Jepang menggelar rapat satuan tugas penanggulangan bencana di Kantor Perdana Menteri menjelang pukul 20.00 waktu setempat.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan Pemerintah Prefektur Kumamoto telah meminta bantuan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk mempercepat operasi penyelamatan.
"Gubernur Kumamoto telah meminta pengerahan Pasukan Bela Diri, sehingga sebanyak 3.600 personel akan diterjunkan untuk operasi bantuan bencana. Ini adalah momen yang sangat krusial, dan keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Kami akan bekerja sama erat dengan pemerintah daerah dan pemerintah akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki," kata Takaichi.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Perbatasan Meksiko-Guatemala, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan
JMA Peringatkan Potensi Gempa Susulan
JMA mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan hujan yang dapat meningkatkan risiko bencana lanjutan.
Menurut JMA, selama sekitar satu pekan ke depan, terutama dalam dua hingga tiga hari pertama, masih terdapat kemungkinan terjadi gempa yang kembali mencapai intensitas maksimum 7.
JMA juga mencatat terjadinya guncangan periode panjang (long-period ground motion) yang dapat menggoyangkan gedung bertingkat tinggi.
Fenomena tersebut mencapai Level 4 di wilayah Kumamoto, tingkat tertinggi pada skala empat level JMA. Pada tingkat ini, orang yang berada di gedung bertingkat dapat mengalami kesulitan bergerak hingga harus merangkak.
Sementara itu, wilayah Amakusa dan Ashikita mengalami Level 3, yang dapat menyebabkan orang sulit berdiri dan berpotensi merobohkan furnitur di dalam bangunan.
Baca Juga: Mitigasi Gempa Megathrust Mentawai Harus Jadi Gerakan Bersama, Padang Perkuat Sistem EWS
Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di berbagai lokasi terdampak. Otoritas Jepang, termasuk kepolisian dan badan penanggulangan bencana, terus mengumpulkan informasi mengenai jumlah korban serta tingkat kerusakan akibat gempa.(*)
Editor : Heri Sugiarto