Harga Minyak Dunia Anjlok, Trump Desak Perusahaan Energi Turunkan Harga BBM

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 02:16 WIB
Donald Trump mendesak perusahaan energi segera menurunkan harga BBM di Amerika Serikat di tengah penurunan harga minyak dunia.(Foto: Tangkapan layar video)
Donald Trump mendesak perusahaan energi segera menurunkan harga BBM di Amerika Serikat di tengah penurunan harga minyak dunia.(Foto: Tangkapan layar video)

PADEK.JAWAPOS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak perusahaan-perusahaan minyak, termasuk Chevron, agar segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bagi konsumen di Amerika Serikat. 

Desakan itu disampaikan ketika harga minyak dunia melemah setelah Trump membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran dan mengisyaratkan dimulainya kembali jalur negosiasi.

Trump juga mengkritik Chairman dan CEO Chevron, Mike Wirth, karena dinilai tidak memberikan pengakuan terhadap kebijakan pemerintahannya yang menurut Trump telah membantu industri minyak Amerika Serikat.

Melalui pernyataan di media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa tanpa kebijakan pemerintahannya, industri minyak AS tidak akan berada pada posisi saat ini.

Trump menyinggung bahwa Chevron sebelumnya sempat menghadapi kendala operasional dan politik di Venezuela, namun berkat dinamika kebijakannya, kini mereka kembali beroperasi dalam skala besar.

Selain itu dia menyatakan perusahaan-perusahaan minyak kini berpeluang memperoleh keuntungan besar

Trump kemudian meminta Chevron dan perusahaan migas lainnya segera menurunkan harga BBM untuk konsumen.

"Turunkan harga minyak untuk konsumen (ritel) Anda, SEKARANG!" tulis Trump.

Harga Minyak Dunia Turun

Tekanan Trump muncul ketika harga minyak mentah dunia justru mengalami penurunan tajam.

Harga minyak Brent, acuan internasional, berada di level US$82,91 per barel pada Senin (3/8/2026), turun sekitar 5 persen dibanding sehari sebelumnya dan hampir 18 persen dari puncaknya bulan lalu yang sempat mencapai sekitar US$101 per barel.

Harga minyak turun setelah pernyataan Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran semakin dekat dan negosiasi baru akan segera dimulai.

Namun, penurunan harga minyak mentah tidak otomatis diikuti penurunan harga BBM di tingkat konsumen karena harga eceran dipengaruhi berbagai faktor, termasuk biaya distribusi, pengolahan, dan kebijakan pasar domestik.

Perusahaan Minyak Menikmati Lonjakan Laba

Laporan keuangan terbaru sejumlah perusahaan energi menunjukkan perang yang dimulai pada 28 Februari telah meningkatkan keuntungan sektor minyak.

Chevron membukukan laba kuartalan tertinggi sedikitnya dalam enam tahun terakhir.

Sementara itu, ExxonMobil, Valero Energy, dan Marathon Petroleum juga melaporkan kinerja yang terdongkrak oleh kenaikan harga minyak mentah dan margin pengolahan selama konflik berlangsung.

Valero bahkan mencatat laba kuartalan terkuat sejak krisis energi 2022 yang dipicu invasi Rusia ke Ukraina.

Negosiasi Iran Masih Simpang Siur

Trump sebelumnya mengatakan telah membatalkan rencana serangan yang disebutnya sebagai "serangan terbesar sejak Perang Dunia II" terhadap Iran setelah adanya permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Ia juga mengklaim telah tercapai "parameter kesepakatan" yang mencakup pembukaan penuh Selat Hormuz serta berakhirnya ancaman nuklir Iran.

Namun, pemerintah Iran memberikan pernyataan berbeda.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan negosiator Iran saat ini hanya membahas pengelolaan Selat Hormuz dengan Oman.

Menurutnya, belum ada perundingan maupun agenda pertemuan dengan Amerika Serikat.(ajz/rtr)

Editor : Heri Sugiarto
Chevron harga BBM Amerika Serikat harga minyak dunia iran trump