UNICEF: Sedikitnya 300 Anak Dilaporkan Tewas di Gaza dalam 300 Hari sejak Gencatan Senjata

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 00:39 WIB
Jasser, seorang anak berusia 7 tahun dari Gaza, melihat keluar dari salah satu dinding tenda yang rusak. (Foto: UNICEF/Eyad El Baba)
Jasser, seorang anak berusia 7 tahun dari Gaza, melihat keluar dari salah satu dinding tenda yang rusak. (Foto: UNICEF/Eyad El Baba)

PADEK.JAWAPOS.COM – UNICEF melaporkan sedikitnya 300 anak dilaporkan tewas di Jalur Gaza Palestina dalam 300 hari sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas disepakati pada Oktober 2025.

Lembaga PBB itu menyebut angka tersebut setara dengan rata-rata satu anak meninggal setiap hari, meski kesepakatan penghentian operasi militer dan pembukaan penuh akses bantuan kemanusiaan telah diumumkan hampir 10 bulan lalu.

Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa gencatan senjata belum memberikan perlindungan yang dijanjikan bagi anak-anak di Gaza.

"Gencatan senjata yang masih menyisakan rata-rata satu anak meninggal setiap hari telah gagal melindungi anak-anak," ujar Beigbeder dalam pernyataan resmi UNICEF.

Baca Juga: Beasiswa PT Semen Padang Jadi Penyemangat Anak Karyawan Berprestasi dan Kebanggaan Keluarga

Selain korban jiwa, UNICEF menyebut ratusan anak lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dengan banyak di antaranya menderita cedera serius akibat kekerasan yang masih berlangsung.

Menurut UNICEF, keluarga-keluarga kini terpaksa bertahan di sekitar sepertiga wilayah Jalur Gaza, tinggal di lingkungan yang tidak aman di antara bangunan yang hancur, puing-puing, dan tumpukan sampah.

Anak-anak di wilayah tersebut juga masih menghadapi berbagai ancaman kemanusiaan, mulai dari malnutrisi akut, penyakit, keterbatasan air bersih, hingga rusaknya sistem sanitasi.

Badan PBB yang khusus menangani kesejahteraan, hak dan perlindungan anak-anak di seluruh dunia itu menilai, pengumuman dalam beberapa hari terakhir mengenai peta jalan menuju fase berikutnya dari gencatan senjata, termasuk langkah-langkah untuk mengakhiri permusuhan dan meningkatkan distribusi bantuan kemanusiaan, memberikan harapan baru bagi warga Gaza.

ABaca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Pakar UNP Ingatkan Flexing Prestasi Anak di Media Sosial Bisa Picu Stres Akademik

Namun, Beigbeder menegaskan bahwa harapan tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

"Bagi anak-anak di Gaza, ukurannya sederhana. Apakah pembunuhan berhenti? Apakah bantuan dapat menjangkau mereka dalam skala besar? Apakah rumah sakit kembali beroperasi dan air bersih kembali mengalir? Apakah anak-anak dapat kembali bersekolah dengan aman pada September? Anak-anak telah mendengar janji sebelumnya. Kali ini, kesepakatan harus benar-benar diwujudkan dalam tindakan," katanya.

UNICEF kembali menyerukan kepada seluruh pihak agar mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional.

Lembaga PBB tersebut menegaskan bahwa semua pihak harus melindungi anak-anak, menjamin akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, dan pangan, serta mengizinkan dan memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan bagi seluruh anak yang membutuhkan di Gaza.(*)

Editor : Heri Sugiarto
UNICEF Gaza anak tewas di Gaza krisis kemanusiaan Gaza Konflik Gaza Gencatan Senjata Gaza